Sup Kacang Polong ala Belanda

Dalam bahasa Belanda sup ini dikenal sebagai erwtensoep. Bahan dasar yang digunakan adalah isi dari kacang polong yang kemudian dikeringkan. Jadi bukan kacang polong utuh yang kemudian dikeringkan. Nah, isi kacang polong yang dikeringkan ini bahasa Belanda-nya spliterwten. Bahasa Inggrisnya split green peas. Kenapa dibilang split atau terbelah? Sebab biji kacang polong yang terbungkus dalam kulit ari yang tipis itu adalah biji dikotil. Biji yang terdiri atas dua bagian yang menyatu. Seperti kacang tanah. Dan bila ditanam tunas akan tumbuh dari antara dua bagian biji yang tampak menyatu itu. Setelah kulit ari dikupas, dua bagian biji yang menyatu ini bisa dipisahkan (dibelah) dengan mudah, cukup dengan tangan.

DSCF4558-edited 02

Sudah lama saya kenal erwtensoep ini. Sebab suami saya cukup kerap menyantapnya. Tapi sebelum suatu hari saya mencoba membuat erwtensoep ini Ron selalu mengkonsumsi erwtensoep buatan pabrik yang dijual dalam kaleng. Belinya di supermarket. Saya pernah mencicipi. Nggak enak. Jadi saya nggak pernah berminat untuk menyantap sup ini.

Suatu hari di awal musim dingin dua tahun yang lalu saya menghabiskan satu hari minggu di Utrecht bersama seorang teman baik. Pertemuan ini memang kami lakukan setidaknya dua kali setahun. Pertemuan kali itu (dengan susah payah) kami awali dengan ikut misa di sebuah gereja Katolik di pusat kota Utrecht. Setelah misa selesai kami kelaparan. Jadi kami memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran. Restorannya asyik punya. Bangunan lama yang menyerupai sebuah kelder atau ruang bawah tanah. Dan memang terletak di bawah sebuah jalan di tepi sungai De Rijn. Menu khusus yang disajikan siang itu adalah homemade erwtensoep. Sup kacang polong kering yang dibuat sendiri oleh juru masak si restoran. Disajikan dengan sekerat roti gandum hitam dan selembar spek asap yang dikenal sebagai katenspek. Dalam bahasa Belandanya roggebrood (Ingg.: rye bread). Dan rasanya enak sekali! Saya langsung jatuh cinta.

Duduk di kereta dalam perjalanan pulang saya menggumun sendiri. Bisa nggak ya saya bikin erwtensoep?

Ketika sampai di rumah saya langsung menceritakan pengalaman saya makan erwtensoep kepada Ron. Betapa enaknya si sup. Juga tentang keinginan untuk coba bikin sendiri. Ron bilang kenapa nggak dicoba saja. Oh… pasti dong.

Jadilah saya duduk manis di depan komputer, mencari-cari resep erwtensoep di internet. Banyak ya! Saya baca beberapa yang fotonya menarik. Saya banding-bandingkan bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya. Saya memilih 2-3 resep yang tampak paling masuk akal untuk saya terapkan, baik dari segi bahan-bahan yang diperlukan maupun dari segi cara pembuatannya. Sesudah itu hasil kombinasi dari 2-3 resep itu saya tulis ulang menjadi sebuah resep baru.

Saat pergi berbelanja ke supermarket, kami membeli bahan-bahan yang diperlukan. Lalu saya mulai beraksi di dapur. Aih… heboh!

Selain kacang polong kering, sup ini juga membutuhkan bawang bombay, wortel, kentang, prei atau daun bawang eropa (Ingg.: leek), seledri pucat (Bel.: bleekselderij) dan knolselederij. Knolselderij (Ingg.: celeriac) ini tidak dikenal dalam alam kuliner Indonesia. Knolselderij ini adalah keluarga seledri yang akarnya berumbi. Bagian tanaman yang bisa dikonsumsi selain batang dan daunnya adalah knol atau umbinya. Kalau beruntung bisa beli knolselderij yang dijual utuh bersama batang dan daunnya, maka bleekselderij atau seledri pucat tidak perlu dibeli. Tapi biasanya kalau membeli knolselederij di supermarket, yang dijual cuma bagian umbinya saja.

DSCF4147-edited

Bahan dasar penting lainnya yang dibutuhkan untuk membuat erwtensoep ini adalah sepotong besar daging babi, 1 kg. Bagian yang digunakan biasanya adalah bagian kaki atas. Sebagai pelengkap erwtensoep ini juga dibubuhi irisan sosis asap. Bahasa Belandanya rookworst. Iya, sup yang satu ini aslinya bukanlah hidangan halal. Walaupun penggunaan daging babi bisa diganti dengan daging sapi, tapi hasil akhir cita rasanya berbeda. Ide dasarnya sama seperti rendang. Aslinya rendang dibuat dengan menggunakan daging sapi. Variasinya ada beberapa. Yang paling umum adalah rendang ayam dan rendang kentang. Dua variasi rendang ini saya anggap masih sangat menarik untuk disantap sebab tidak mengubah ide dasar cita rasa rendang. Entah kenapa. Kalau memaksa ingin bikin rendang dari daging babi tentu saja bisa. Tapi saya tidak tertarik untuk menyantapnya. Begitulah kira-kira penjelasannya.

DSCF4122-edited

DSCF4148-edited

Bumbu yang digunakan untuk membuat erwtensoep ini sangat minimalis. Garam, lada hitam, kapulaga bubuk dan daun salam eropa. Yang terakhir ini dikenal sebagai laurier (Ingg.: bay leaf).

Kesimpulan saya begini. Proses pembuatan sup yang satu ini sungguh sangat mudah. Knolselderij, wortel, kentang dan bawang bombay cuma perlu dikupas, cuci bersih dan dipotong dadu besar. Sayuran lain yang tidak perlu dikupas cuma perlu dicuci bersih dan dirajang kasar. Spliterwtennya mesti dicuci bersih dan ditiriskan seperlunya. Daging babinya dicuci bersih. Sesudah itu 500 gram spliterwten direbus bersama 1 kg daging babi dan 4 lembar daun laurier selama satu jam dengan 2,5 liter air. Aduk sesekali. Bila air rebusan sudah mendidih, kecilkan api. Buang buih yang muncul. Setelah satu jam, masukkan semua bahan lain. Jangan lupa untuk mengaduk sampai ke dasar panci sesekali. Setengah jam sebelum api dimatikan daging babinya dikeluarkan dari panci, ditiris lalu diiris dadu sesuai selera untuk kemudian dimasukkan kembali ke dalam panci sup bersama sosis asap yang sudah diiris-iris sesuai selera. Setelah setengah jam matikan api.

Mudah kan?!

Tapi kalau bikinnya cuma sedikit, cuma akan menghambur-hamburkan tenaga saja. Kenapa? Sebab walaupun mudah, untuk membuatnya membutuhkan waktu sekitar 2 – 2,5 jam. Mirip seperti bikin lontong atau ketupat atau rendang. Kalau mau bikin mending sekali banyak. Setelah jadi, santap sup dalam jumlah yang diinginkan. Selebihnya masukkan dalam wadah-wadah plastik dengan porsi untuk satu atau dua kali makan. Dan itu yang saya lakukan.

DSCF4579-edited 01

Satu hal penting.

Bila ingin membuat, sebaiknya erwtensoep ini dibuat satu hari sebelum dihidangkan. Kenapa? Sebab erwtensoep ini adalah jenis sup yang kental. Namun kekentalan sup ini baru terjadi bila si sup didiamkan selama satu  malam. Jadi, setelah sup selesai dibuat, tutup panci dan diamkan satu malam. Proses pendinginan yang terjadi secara perlahan membantu proses pengentalan. Keesokan harinya, panaskan sup dengan api sedang sambil sesekali diaduk sebelum dihidangkan. Proses pengentalan ini terjadi berkat kandungan pati yang terdapat dalam kentang dan knolselderij.

DSCF4581-edited

Hasil akhir si erwtensoep buatan saya ini ternyata sama sekali tidak mengecewakan. Bahkan sebaliknya, saya merasa sangat puas. Rasanya enak! Dan langsung jadi menu favorit Ron. Sampai-sampai dia bilang begini, “Tiba-tiba erwtensoep kalengan dari supermarket jadi terasa sangat nggak enak. Saya nggak mau lagi beli dan makan erwtensoep kalengan. Kecuali kamu pulang berlibur ke Indonesia lebih dari satu bulan ya apa boleh buat.” Ahahaha…. Oke deh, kakak.

DSCF6151-edited

DSCF6153-edited

Ketika pulang 3 bulan menengok keluarga di Indonesia medio 2014 yang lalu saya menyempatkan diri untuk membuat erwtensoep untuk Ron. Kemudian mengemasnya dalam wadah-wadah plastik seukuran satu porsi, lalu menyimpannya dalam freezer. Untuk persediaan selama saya absen 3 bulan. Ide jitu loh. Selama 3 bulan tanpa saya, Ron tetap bisa menikmati erwtensoep buatan saya. Porsi terakhir dia santap dua minggu sebelum saya kembali. Jadi, tak lama setelah saya tiba kembali di Belanda Ron langsung order erwtensoep lagi. Siap!

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: