Roti, Roti dan Oliebollen

Sekembali dari mudik tempo hari, kesibukan saya di dapur didominasi dengan kegiatan bikin roti, bikin roti dan bikin roti. Ini terjadi hingga menjelang akhir tahun. Dan sejak 2007 atau 2008 saya mengakhiri perjalanan hidup setahun itu dengan membuat oliebollen. Roti goreng kismis Belanda yang memang selalu disajikan sebagai salah satu cemilan khas penutup tahun.

Roti yang saya buat itu salah satunya adalah roti tawar yang menggunakan tepung gandum yang tidak diolah lebih lanjut. Bahasa Inggrisnya whole-wheat flour. Ini gara-gara di suatu hari jumat kami kehabisan roti tawar di rumah. Sementara kami baru habis berbelanja akhir pekan. Walaupun sebenarnya bisa nyetir sebentar balik lagi ke supermarket, tapi ah… malas. Euhmm… kangen makan roti tawar bikinan sendiri. Yang jelas sih lebih sehat karena nggak dibubuhi pengawet apapun.

collage 01

collage 02

 

Roti lain yang juga saya buat adalah roti bulat yang dicampur dengan potongan-potongan keju serta walnut dan daun basil yang dicacah kasar. OMG! Roti ini produksi terbaru dapur kami yang langsung menjadi favorit.

Pembuatan roti ini diinspirasi oleh roti yang sama yang kami beli di sebuah boerderij (Ingg.: farmhouse) tak begitu jauh dari rumah kami.

Setiap kali kami pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di sekitar Arnhem, kami selalu melewati jalan kecil yang di salah satu titiknya menikung. Di tikungan itu terpasang sebuah papan reklame boerderij tersebut berikut hari dan jam bukanya. Kami selalu penasaran apa saja yang dijual di boerderij tersebut. Sampai suatu sabtu di awal november 2014 kami benar-benar meniatkan pergi berkunjung ke sana. Ternyata menarik banget.

DSCF7072-edited

DSCF7074-edited

Zuivelboerderij Ijsseloord. Demikian nama boerderij tersebut. Kata zuivel berarti produk susu. Bahasa Inggrisnya dairy (product). Jadi zuivelboerderij berarti peternakan atau farmhouse yang memproduksi (dan menjual) produk-produk susu. Ijsseloord adalah nama boerderij-nya. Di situ ada sebuah toko kecil yang menjual berbagai ragam jenis keju, yogurt dan tentu saja susu segar. Zuivelboerderij Ijsseloord juga menjual berbagai produk bahan makanan lain, seperti beberapa jenis tepung, beberapa jenis bumbu dapur khas Eropa, telur ayam dan beberapa jenis buah-buahan.

DSCF7075-edited

 

Hal yang menarik di sana bukan saja toko kecil itu. Tapi peternakan sapi perahnya. Dan pemilik peternakan Ijsseloord dengan sengaja meletakkan beberapa buah kandang sementara untuk anak-anak sapi yang baru lahir. Pengunjung peternakan boleh mengelus-elus para anak sapi tersebut. Dan tentu saja kami berdua, saya dan R, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. 70% waktu kunjungan kami kami habiskan untuk mengelus-elus para gudel dan melihat-lihat sekitaran peternakan. Setelah puas, baru kami masuk ke dalam toko dan membeli 10 butir telur ayam ukuran besar dan sebuah roti whole-wheat yang dicampur potongan-potongan keju, walnut dan daun basil. Sekembali kami di rumah kebetulan sudah jam makan siang. Tentu saja si roti campur itu yang kami jadikan menu makan siang kami. Langsung jatuh cinta. Langsung kepingin bikin sendiri.

DSCF7095-edited

DSCF7097-edited

Sebenarnya roti campur tersebut berbahan dasar roti biasa. Tapi setelah pengembangan pertama, adonan dikempiskan dan dibubuhi potongan keju, walnut dan daun basil. Uleni hingga tercampur rata lalu dibulatkan. Kemudian dibiarkan selama 1 jam hingga mengembang dua kali lalu dipanggang. Prosedur standard.

Hasil ujicoba pembuatan roti campur keju-walnut-basil produksi dapur kami ternyata sangat memuaskan. Menurut kami sih jauh lebih lembut dan moist ketimbang roti campur yang kami beli di peternakan Ijsseloord. Ini bukan ngalem hasil buatan sendiri, tapi memang fakta. Ihikkk… Dan sejak ujicoba yang sukses itu roti campur ini menjadi produksi kebanggaan dapur kami. Favorit. Sejak medio november 2014 yang lalu sudah 5-6 kali kami membuatnya. Biasanya saya buat di hari jumat sore atau malam supaya si roti bisa jadi menu makan siang kami sepanjang akhir pekan. Sabtu dan minggu.

collage 01

DSCF7289-edited

Tapi pembuatan roti favorit ini sempat terhenti sebab diselak oleh Natal dan Tahun Baru.

Perayaan Natal kami tidak membuat apapun. Cuma pergi ke gereja untuk mengikuti misa malam natal. Tanggal 25 desember, hari Natal pertama, menu makan kami sepanjang hari sangat sederhana. Demikian juga Natal kedua, tanggal 26, pagi dan siang. Ini karena kami diundang oleh ibu mertua saya untuk merayakan Natal dengan makan malam bersama di restoran di sebuah hotel. Ini sudah jadi tradisi sejak tiga atau empat tahun yang lalu. Saya melihatnya sebagai kesempatan berkumpul dengan keluarga untuk merayakan Natal bersama.

Malam pergantian tahun tanggal 31 desember selalu kami rayakan bersama ibu mertua. Dulu-dulu, ketika masih sangat sehat walafiat kami selalu membawa beliau ke rumah kami untuk makan malam bersama. Setelah itu dilanjutkan dengan nonton teve bersama diselingi ngobrol ngalor ngidul. Lalu satu jam sebelum pukul 12 tengah malam kami akan berangkat menuju tempat tinggal beliau, di sebuah apartemen yang khusus untuk orang-orang tua. Kebetulan flat beliau terletak di lantai 9. Dan ada balkon. Jadi jangkauan pandangan kami begitu luas. Pada saat pergantian tahun, ketika semua orang menyalakan petasan dan kembang api, kami bisa melihat dan menikmatinya dengan leluasa.

Dan ketika kita bicara tentang Belanda dan perayaan pergantian tahun, maka sajian yang menjadi tradisi adalah oliebol (oliebollen untuk bentuk jamaknya). Bola-bola roti — yang adonannya dicampur dengan kismis — yang digoreng dalam minyak yang banyak dan disantap dengan membubuhi taburan tepung gula. Nyaaammm…

DSCF7389-edited

DSCF7391-edited

Kalau tidak salah sudah sejak tahun 2008 saya membuat sendiri oliebollen. Soalnya kalau beli kadang-kadang kurang beruntung. Kalau sedang beruntung bisa dapat oliebollen yang enak dan lembut. Lebih sering kurang beruntung. Oliebollennya berasa langu dan keras. Jadi mending coba bikin sendiri. Semua bahannya bisa pilih sendiri. Terutama minyak gorengnya. Ini yang paling menentukan rasa akhir si oliebollen. Dan oliebollen produksi sendiri ini langsung menjadi favorit keluarga R. Makanya kemudian menjadi tradisi. Setiap tanggal 31 desember malam, ibu mertua selalu menanti kedatangan kami di rumahnya sambil berharap kami membawa sekantong oliebollen bikinan saya. Tentu saja!

* * * * * * *

Advertisements

2 comments

  1. Greet Danen · · Reply

    Heerlijk ,maar dan ook heerlijk gegeten !!! Dank jullie wel….liefs Ma

    Verstuurd vanaf mijn iPad

    Op 18 jan. 2015 om 15:17 heeft kitchen epic het volgende geschreven:

    > >

    1. lieve Ma,
      wat een leuke verrassing!!
      dank u wel voor de compliment..
      dikke kus van ons beide.

      liefs, Retno en Ron

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: