spekkoek aka lapis legit

Selamat Tahun Baru! Semoga 2015 membawa kebaikan dan berkat indah berlimpah untuk kita semua.

Sudah lama…sekali saya tidak posting apapun di Kitchen Epic. Pulang ke Indonesia 3 bulan, kesibukan mempersiapkan kelas tari sekembali saya ke Belanda dan kesibukan menyambut Natal dan Tahun Baru saya jadikan alasannya. Hehehe…

Sebenarnya sekembali dari mudik ke Indonesia awal oktober yang lalu sudah beberapa kali saya bergiat seru dan heboh di dapur imut kami. Tapi segala kesibukan yang menjadi alasan saya di atas bikin saya nggak sempat duduk manis di depan komputer dan mengunggahnya. Bahkan masih lumayan banyak foto menunggu untuk ditransfer dari kamera ke komputer.

Dari beberapa waktu yang lalu saya bercita-cita membuat cake lapis legit. Hahaha… cetek amat cita-cita saya. Tapi jujur saja, selalu ragu-ragu untuk mewujudkannya. Sebab kalau membuat cake lapis legit yang versi asli Indonesia, wah… ngeri! Bayangkan saja. Resep cake lapis legit versi Indonesia menggunakan 1/2 kg mentega dan sedikitnya 25 kuning telur. Kolestrol!! Itu pertama. Kedua, putih telur yang berasal dari 25 telur itu mau diapakan? Kalau mau dibuat sponge cake, siapa yang mau makan? Isi rumah cuma dua orang. Yang satu nggak doyan manis (saya!). Yang satu lagi waduknya sama sekali nggak besar (suami saya). Dan dua jenis cake dalam waktu yang bersamaan sudah jelas nasibnya. Hiks..

Selama masa ragu-ragu ini saya sibuk mencari resep yang menggunakan jumlah mentega dan telur yang masuk akal. Dengan demikian, memakannya juga nggak bikin ngeri, khawatir kadar kolestrol memuncak mendadak.

Saya mendapatkan resep idaman dari resep spekkoek versi Belanda. Orang Belanda tentu wegah bikin lapis legit dengan telur yang jumlahnya nggak masuk akal. Jadi mereka bikin resep sendiri. Cuma menggunakan 10 butir telur. Kuning dan putih telur dipakai semua, walaupun mengocoknya secara terpisah. Hanya saja cara panggang adonan spekkoek dari resep versi Belanda dilakukan dengan cara membagi dua adonan. Satu bagian adonan tanpa bumbu spekkoek. Sementara satu bagian lainnya dibubuhi bumbu spekkoek. Lalu memanggangnya berselang-seling. Ini menghasilkan lapisan yang tampak seperti lapisan lemak babi yang dalam bahasa Belandanya adalah spek. Tapi saya tidak menggunakan cara memanggang versi Belanda ini. Saya tetap menggunakan cara panggang dari resep lapis legit versi Indonesia.

DSCF7430-edited

Jadi yang saya lakukan adalah membuat cake lapis legit dengan menggunakan resep versi Belanda dengan cara panggang versi Indonesia. Ternyata hasil akhirnya… mmmm…. apa ya?! Puas tapi kurang puas. Puas sebab dari segi cita rasa, persis seperti yang saya inginkan. Cukup manis dengan padanan rasa bumbu spekkoek yang pas. Tidak berminyak seperti selayaknya cake lapis legit versi asli Indonesia. Kurang puas karena hasil akhir si kue justru agak kering. Saya memang masih meraba-raba dengan suhu oven baru kami. Khususnya ketika membuat cake lapis legit kemarin ini. Bisa jadi juga hasil akhir si cake lapis legit yang agak kering ini karena perbandingan penggunakaan bahan-bahannya yang tidak seperti perbandingan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat cake lapis legit versi asli Indonesia. Saya cuma menggunakan 1/3 dari jumlah telur yang digunakan di resep versi aslinya. Sementara tepung terigunya saya justru menggunakan 3x lipat dari jumlah yang digunakan di resep asli Indonesia. Menteganya saya cuma pakai separo dari jumlah mentega yang seharusnya. Kesimpulan saya sih, hasil akhir cake yang agak kering ini karena jumlah telur dan menteganya tidak cukup untuk mengkompensasi jumlah tepung terigu yang justru lipat tiga jumlahnya. Permainan suhu oven yang masih meraba-raba juga memperparah hasil akhir si kue.

DSCF7437-editedTapi jujur saja, saya puas. Rasa kue lapis legit yang agak kering ini enak. Rasa manisnya yang berpadu dengan bumbu spekkoek pas buat saya yang tidak doyan manis. Dan buat saya pribadi sih hasil akhir cake yang agak kering ini justru kebetulan. Saya suka gamang kalau makan cake lapis legit yang bergelimang mentega. Yang jelas, baru makan sepotong-dua potong langsung merasa mblenger. Machtig kata orang Belanda. Kapan-kapan saya ingin coba bikin lagi. Tapi sebelumnya mesti memperbaiki resep yang saya pakai. Supaya hasil akhirnya lebih moist tapi tidak berminyak.

DSCF7439-edited

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: