megono

DSCF9740-edited 02Ini nama makanan khas kota Pekalongan, kampung halaman ayah saya. Megono dibuat dengan bahan dasar nangka muda yang dicacah kasar, kelapa yang tidak tua dan tidak muda dan diparut, serta bunga kecombrang. Di Pekalongan dan sekitarnya sana megono yang siap santap sangat mudah diakses. Terkenal dengan nama hidangan sego megono. Atau nasi megono. Sego megono ini paling top disantap dengan garang asem. Berbeda dengan hidangan garang asem di tempat-tempat lain, di Pekalongan garang asem adalah hidangan mirip rawon, tapi kuahnya encer.

Nah, tidak hanya disantap berteman garang asem, sego megono ini juga dihidangkan bersama telur asin, tahu susur (tahu isi khas Pekalongan), sambal terasi dan kerupuk usek. Kalau beruntung bisa menyantap sego megono selengkap ini waahhh… mertua lewat juga kita pasti nggak peduli. Ahahahaa..

Sedikit cerita tentang tahu susur.

Kenapa sih kok diberi nama tahu susur? Susur, atau tembakau susur, adalah tembakau yang dikonsumsi oleh para perempuan di daerah pedesaan di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tembakau susur ini tidak dilinting dan kemudian dibakar. Tembakau susur digunakan dengan cara dikunyah dengan racikan tambahan daun sirih, gambir dan njet atau kapur sirih.

Nah, penganan tahu isi ini diberi nama tahu susur, sebab adonan isinya dijejalkan ke bagian tengah tahu setelah tahu diiris (tidak sampai putus) di bagian tengahnya terlebih dahulu. Tampaknya dianggap mirip seperti gumpalan tembakau rajang kering yang dijejalkan ke dalam mulut saat menyirih.

P4180674_412-tahu susur-edited

Beda antara tahu isi biasa dan tahu susur terletak pada jenis tahu yang digunakan. Tahu isi menggunakan tahu pong atau tahu yang digoreng kering sebagai medianya. Sementara tahu susur menggunakan tahu putih basah biasa. Tahu isi maupun tahu susur sama-sama dicelupkan ke dalam adonan tepung kemudian digoreng matang sebelum disajikan. Namun adonan tepung tahu isi lebih encer sementara adonan tepung tahu susur lebih kental. Sehingga setelah tahu susur selesai digoreng balutan tepungnya bisa agak tebal dan kemriuk.

Kalau cerita tentang kerupuk usek ini lain lagi.

Wujud kerupuk usek mirip dengan kerupuk terung atau kerupuk kampung yang berwarna putih atau oranye. Bedanya terletak di cara menggorengnya. Kerupuk terung/kampung yang biasa dijual abang-abang itu digoreng dalam minyak yang banyak. Sementara kerupuk usek digoreng tanpa minyak, tapi disangrai dalam pasir panas. Jadi sebenarnya kerupuk usek ini minim kandungan minyak. Katanya sih pasir yang digunakan untuk menggoreng kerupuk ini adalah pasir laut. Dan kerupuk yang masih mentah dicemplungkan ke dalam wajan berisi pasir panas untuk kemudian diusek-usek sampai mengembang dan matang.

DSCF7902-edited

DSCF2734-edited

Kembali ke topik awal, megono.

Megono ini jadi salah satu lauk kebangsaan di keluarga kami… berkat ayah saya. Ibu saya jago bener bikin megono. Dan sejak kecil megono jadi salah satu lauk favorit saya juga. Waktu masih tinggal di Jakarta bersama orangtua saya tidak pernah khawatir tidak bisa makan megono. Kalau kepingin tinggal bilang ibu. Dengan senang hati beliau pasti akan langsung membuatkan. Tapi sejak saya tinggal di Belanda, siapa yang bisa/mau membuatkan? Atau di mana bisa membeli megono siap santap di Belanda sini?

Sudah sejak awal tinggal di Belanda saya mengangankan bisa membuat megono sendiri. Tapi di mana mencari dan membeli nangka muda segar? Saya cuma pernah melihat nangka muda dijual segar di Pasar Besar di Den Haag. Tapi yaahh.. males amat kalau mesti ke Den Haag dulu, kecuali sekalian ada keperluan lain. Ngoyo bener. Mending nelan ludah. Dan akhirnya saya menunggu waktu pulang ke Indonesia untuk bisa melepaskan kekangenan makan nasi megono. Bikinan ibu tercinta.

DSCF7915-edited

Tapi suatu hari di akhir tahun 2012 akhirnya saya tidak tahan juga. Kebelet bikin megono. Bukan hanya karena kangen makan megono. Tapi juga karena sangat penasaran ingin bisa bikinnya. Sampai setua ini saya belum pernah bikin megono, lauk kebangsaan ayah tercinta. Kebangetan!

Akhirnya saya nekat mencoba bikin megono dengan menggunakan nangka muda kalengan. Beli di toko Asia terdekat. Yang menjadi masalah adalah nangka muda kalengan direndam dengan air yang mungkin diberi sedikit pengawet kimia. Tentu supaya tahan lama di dalam kaleng. Jadi potongan-potongan nangka muda itu sedikit berbau. Saya akali dengan cara membuang air rendamannya. Kemudian saya bilas beberapa kali dengan air keran. Sesudah itu saya rebus sebentar untuk menghilangkan bau secara lebih lanjut.

2012-12-04 megono-edited

Kemudian potongan-potongan nangka muda itu saya tiriskan dan keringkan dengan tisu dapur. Setelah itu saya masukkan ke dalam mesin blender bumbu basah. Dan saya blender pelan-pelan. Hanya sampai teksturnya menyerupai nangka muda yang dicacah kasar. Voila! Ahahahaa… jitu tenan ide ini. Sebab kalau sudah dalam bentuk potongan-potongan, gimana pula cara mencacah si nangka muda itu? Lagian, malas deh.

Kelapa parutnya saya menggunakan yang siap pakai dalam bentuk kering. Terlebih dahulu saya beri sedikit air panas untuk melembabkan dan melemaskan. Baru kemudian dicampur bersama nangka muda cacah. Setelah itu baru saya membuat bumbu halusnya. Lupakan ulekan dan muntu. Bahan-bahan bumbu halusnya saya blender juga. Kemudian bumbu halus beserta beberapa bumbu lain, seperti sereh, salam, laos dan daun jeruk purut, dicampurkan ke campuran nangka muda cacah-kelapa parut. Setelah itu campuran megono dikukus hingga matang. Dan jadilah si megono. Satu bahan yang sebenarnya penting tapi tidak bisa saya akses di Belanda sini adalah kecombrang. Tak apalah. Tak jadi masalah. Di Jakarta ibu saya kadang membuat megono tanpa campuran kecombrang juga. Karena bunga kecombrang tidak setiap saat bisa diakses di pasar tradisional dekat rumah kami. Kadang ada, kadang tidak.

DSCF9738-edited

Akhirnya jadilah si megono. Benar-benar tidak mengecewakan untuk orang yang baru pertama kali bikin megono. Saya ingat, saya menyantapnya dengan nasi panas, sambal terasi dan kerupuk bawang dengan lahap. Dan dunia kembali berwarna-warni, indah sekali.

================================

Informasi tentang tembakau susur, tahu susur dan kerupuk usek diambil dari sinisini dan sini. Terima kasih.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: