mengawali 2014 dengan ketupat sayur Betawi dan bubur ayam Jakarta

Seperti yang sudah-sudah, saya membuat oliebollen untuk merayakan pergantian tahun yang baru lalu, 2013-2014. Oliebollen bikinan saya memang menjadi favorit R maupun keluarganya. Tapi bukan karena cemilan yang satu ini menjadi favorit R dan keluarganya yang menjadi alasan saya membuatnya sebagai suguhan dalam perayaan malam tahun baru.

DSCF4402-edited 01

Oliebollen ini satu dari beberapa cemilan khas Belanda yang disajikan dalam kumpul-kumpul keluarga dan handai taulan untuk merayakan pergantian tahun. Appelbeignets, Berlinerbollen dan wafel hangat adalah jenis cemilan lainnya yang menjadi ciri khas suguhan di malam pergantian tahun di Belanda. Adapun Berlinerbollen sebenarnya bukan cemilan khas Belanda, namun khas Jerman. Rakyat Belanda telah mengadopsi Berlinerbollen dan menjadikan cemilan ini sebagai bagian dari tradisi kuliner pergantian tahun mereka.

DSCF4396-edited 01

DSCF4405-edited 01

Saya sendiri suka banget oliebollen. Rasanya cocok di lidah saya. Favorit saya adalah yang pakai campuran kismis. O ya, oliebollen ini ada beberapa macam. Ada yang polosan, tanpa campuran apa-apa. Jadi sebenarnya cuma bola-bola roti goreng yang murni adonan terigu saja. Sedang variasi yang dengan campuran adalah dengan campuran kismis, dengan campuran sukade dan dengan campuran apel yang dikupas dan dipotong dadu kecil-kecil. Saya belum pernah mencicipi oliebollen yang dicampur sukade dan potongan apel. Entah kenapa saya kok tidak tertarik, bahkan untuk sekadar mencicipi dua variasi oliebollen ini.

Walaupun saya suka oliebollen, apalagi bikinan saya sendiri, tapi tetap saja rasanya kurang sreg kalau tidak memulai tahun yang baru tanpa makanan khas Indonesia. Dan karena sebagian hidup saya saya habiskan di Jakarta, maka ketupat sayur Betawi dan bubur ayam Jakarta menjadi pilihan saya.

Ya, untuk mengawali tahun 2014 ini saya memilih ketupat sayur Betawi dan bubur ayam Jakarta.

Ketupat sayur Betawi saya buat sebab sudah lama saya kangen menyantapnya. Waktu pulang ke Indonesia medio oktober-november 2013 yang lalu saya tidak sempat membeli/makan makanan yang satu ini. Di Belanda sini mana bisa membeli ketupat sayur Betawi? Nggak ada yang jual. Kecuali mungkin di acara Pasar Malam Besar di Den Haag. Tapi acara itu juga cuma satu kali setahun, di bulan juni. Masalah lainnya adalah: Den Haag itu jauh sekali dari tempat tinggal saya. Terlalu ngoyo untuk memenuhi kekangenan akan sepiring ketupat sayur Betawi. Jalan keluar yang paling bersahabat adalah membuat sendiri. Murah dan banyak. Bisa makan sepuasnya. Hmmm…

Bubur ayam Jakarta saya buat karena saya suka sekali makan bubur. Sebagai orang Indonesia yang besar di Jakarta, bubur yang paling melekat di hati saya adalah bubur ayam Jakarta. Saya kurang paham dengan bubur ayam Sukabumi, apakah juga menggunakan irisan-irisan cakwe sebagai taburan. Namun bubur ayam Jakarta selalu disajikan dengan taburan irisan cakwe.

Cakwe sendiri sejatinya cemilan dari Cina. Di Cina sana cakwe disantap tidak hanya sebagai cemilan, tapi juga sebagai bagian dari sarapan. Rakyat Cina menyantap cakwe bersama rice congee, atau bubur nasi, atau bersama susu kedelai. Nah, kombinasi cakwe dan rice congee ini mungkin yang kemudian diadopsi oleh rakyat Indonesia, khususnya yang berdomisili di Pulau Jawa, lebih khususnya lagi yang berdomisili di Jakarta, sebagai bubur ayam Jakarta.

Ketupat sayur Betawi saya buat tiga hari yang lalu. Ketupatnya sudah saya buat tiga bulan yang lalu. Teknologi mesin pendingin membantu saya mengawetkan si ketupat. Kalau saya membuat ketupat, saya selalu membuat dalam jumlah banyak, 6 -7 bungkus sekaligus. Sebab membuatnya, walaupun sangat mudah, memakan waktu yang cukup lama. Dan ini berkaitan dengan gas/api yang saya gunakan. Jadi lebih baik membuat sekaligus banyak untuk menghemat gas. Sesudah itu ketupat yang belum akan dipakai dibekukan dalam freezer. Dan kemarin waktu saya membuat ketupat sayur Betawi, saya masih punya satu bungkus ketupat beku. Pas seperti yang saya butuhkan.

DSCF4438-edited 01

Sayur gulai labu siam Betawinya saya buat juga sekaligus banyak. Tidak saya habiskan semua dalam beberapa kali santap. Sayur labunya sebagian saya masukkan dalam dua wadah bertutup untuk kemudian saya bekukan juga. Jadi kapan-kapan kalau ingin makan ketupat sayur Betawi lagi saya tinggal mengeluarkan satu wadah sayur gulai labu siam beku itu. Panaskan, campur dengan potongan-potongan ketupat, telur balado, kerupuk atau emping, taburan bawang merah dan sambal tomat goreng lalu santap.

DSCF4463-edited 01

Cakwe sebagai pelengkap bubur ayam Jakarta baru saya buat di kemarin pagi. Yang kali ini saya menggunakan resep yang berbeda. Ini karena selama ini saya merasa kurang puas dengan hasil akhir dari resep yang biasanya saya gunakan. Jadi kemarin itu, sebelum membuat cakwe, saya browsing mbah Google dulu, mencari resep yang lain. Dapat satu yang menurut saya patut untuk dicoba. Voila! Sukses!! Jadi mulai sekarang resep ini yang akan saya pakai untuk membuat cakwe.

DSCF4483-edited 01

DSCF4491-edited 01b

DSCF4498-edited 01

DSCF4508-edited 01

Bubur nasinya sendiri baru saya buat kemarin malam. Sebab saya berencana menyantap si bubur ayam Jakarta pagi hari ini tadi. Biar pagi-pagi saya tidak harus masak bubur lebih dulu. Tinggal manasin saja. Kan mumpung hari minggu. Minggu pagi sarapan bubur ayam Jakarta. Sedap nian.

DSCF4517-edited 01

DSCF4521-edited 01

Jadilah tadi pagi, hari minggu pagi, saya sarapan bubur ayam Jakarta. Kali ini bubur ayam Jakarta yang saya bikin sangat lengkap. Pakai suwiran daging ayam, irisan cakwe, kedelai goreng bawaan dari kampung ayah pas mudik kemarin, cacahan daun seledri, emping goreng dan sambal. Uwaaahh…

Mari sarapan di tahun yang baru! :)

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: