membuat telur asin yuk!

Saya punya banyak makanan favorit. Salah satunya telur asin. Asal asinnya nggak kebangetan. Sedang.

Kalau di Indonesia telur asin mudah diakses. Bisa beli di pasar atau supermarket. Bahkan di warteg juga ada. Yang lebih asyik dan jadi tradisi adalah membeli di warung-warung yang khusus menjual telur asin dan bawang merah di Brebes. Ini biasa dilakukan oleh orangtua saya yang biasa melakukan perjalanan Jakarta — Pekalongan — Jakarta. Warung-warung itu bahkan menjual telur asin dalam berbagai kategori rasa asin. Kategori ini berdasarkan usia proses pengasinannya. Dari yang rasa asinnya cuma lamat-lamat hingga yang asin pol. Kalau yang asinnya pol bagian kuningnya sampai berminyak dan masir. Kalau dibelah, minyak berwarna kuning oranye akan meleleh. Sangat mengundang selera. Sayang saya nggak doyan yang terlalu asin. Bisa-bisa tekanan darah melonjak mendadak. Padahal saya tidak punya keluhan darah tinggi. O ya. Selain berbagai kategori tingkat keasinannya, telur asin di kota Brebes juga dijual dalam bentuk telur asin bakar. Seingat saya, saya belum pernah mencicipi telur asin bakar. Jadi tidak tahu seperti apa rasa dan teksturnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sayangnya saya tidak tinggal di Indonesia. Sebenarnya telur asin cukup mudah diakses di Belanda sini. Bisa membeli di toko Asia atau oriental. Sebab asalnya telur asin ini makanan khas Cina. Tapi saya tidak pernah membeli di toko Asia/oriental. Harganya sih sebenarnya nggak mahal. Biasa saja untuk ukuran Belanda. Berkisar antara 3,95 — 4,50 euro per enam butir. Tapi, hhmm… setiap kali melihat tampilannya, saya kok nggak yakin. Penuh bercak biru tua.

Lalu saya beride untuk membuat telur asin sendiri.

Aslinya sih telur asin berbahan dasar telur bebek. Tapi di Belanda telur bebek sulit diakses. Jadi saya memutuskan untuk mencoba membuat telur asin dengan menggunakan telur ayam. Resepnya saya cari di internet. Betapa mudahnya mencari informasi di jaman sekarang ini. Semua serba ada di dunia maya. O ya, saya bilang mencari resep cara membuat telur asin di internet sebab cara membuat telur asin yang saya ketahui dan diterapkan di Indonesia tidak bisa saya terapkan di Belanda. Di Indonesia telur bebek yang hendak diasinkan dibalut abu gosok, tanah liat atau batu bata (yang dihaluskan) yang dicampur garam. Di Belanda di mana saya bisa mendapat abu gosok atau tanah liat? Batu bata sih bisa diakses. Tapi bisa-bisa alih-alih mau membuat telur asin dengan biaya rendah malah jadi mahal. Nah, resep-resep cara membuat telur asin yang saya temukan di internet mensyaratkan air sebagai medianya. Air dan garam yang banyak. Jadilah si telur ayam saya rendam dengan air garam selama tiga minggu.

Selama tiga minggu juga saya tidak sabar. Ingin tahu bagaimana hasil proses pengasinan dengan media air garam ini. Setelah tiga minggu berlalu saya coba merebus 3 butir telur ayam yang sudah diasinkan tersebut. Rasa asinnya pas. Tapi tekstur si telur jadi benyek. Berair. Waahh.. Kok bisa? Saya berasumsi cangkang telur ayam lebih tipis ketimbang cangkang telur bebek. Atau bisa jadi juga cangkang telur bebek lebih kedap air alias waterproof ketimbang cangkang telur ayam. Entahlah. Yang jelas, kesimpulannya, telur ayam tidak cocok. Mungkin bisa bagus hasilnya kalau medianya abu gosok atau tanah liat atau batu bata.

Setelah uji coba pertama yang kurang sukses ini kemudian saya berusaha mencari penjual telur bebek. Di mana bisa membeli telur bebek? Bingung juga. Hingga suatu hari jumat saya menemukan juga. Yihaa!!

DSCF0741-edited

Hampir setiap jumat pagi saya pergi berbelanja di pasar sayur tradisional di Arnhem. Jenis sayuran dan bahan makanan lain yang dijual jauh lebih beragam dan lebih murah ketimbang yang dijual di supermarket-supermarket. Lagipula saya senang karena bisa melihat banyak orang, para pedagang sayur mayur, para pembeli dan pengunjung yang datang sekadar untuk melihat dan menikmati suasana pasar. Apalagi kalau hari cerah. Hati juga ikut cerah.

Selain pedagang sayuran, ada juga pedagang ikan, daging dan unggas. Nah, pedagang yang menjual daging unggas ini juga menjual telur. Tidak hanya telur ayam berbagai ukuran tapi juga telur bebek. Ini penemuan yang menggembirakan.

Yang bikin saya jadi kurang gembira sebab seringkali ketika saya tiba di pasar, menghampiri stand pendagang daging unggas ini ternyata telur bebeknya sudah habis diborong orang. Kata si penjual orang yang biasa memborong datangnya pagi sekali. Paling telat jam 8 pagi. Walaahh.. Padahal saya selalu baru sampai di pasar jam 10.30. Tapi kadang saya beruntung juga. Tidak setiap kali para telur bebek itu diborong. Biasanya sih saya membeli 10 butir. Pedagang daging unggas langganan saya ini menghargai telur bebek 40-45 sen euro per butir. Harga garam murah. Air bersih bisa diakses hanya dengan membuka keran. Tapi kalau anda tidak yakin dengan kualitas air keran di rumah anda, sebaiknya merendam telur bebek ini dengan menggunakan air mineral.

DSCF0742-edited

Lalu proses pembuatan telur asin ini bagaimana?

Sangat mudah!

Pertama-tama, semua telur harus dicuci bersih. Cangkang luarnya digosok dengan spons kasar. Jangan terlalu ditekan karena bisa menyebabkan telur pecah. Cara ini dilakukan untuk membersihkan telur dari sisa-sisa kotoran yang masih menempel di bagian luar cangkang. Selain itu juga bertujuan untuk membuka pori-pori cangkang agar air garam lebih mudah terserap.

Setelah itu taruh semua telur yang akan diasinkan ke dalam satu wadah yang cukup besar, tinggi dan bertutup.

DSCF0752-edited

Tuangkan air garam. Untuk 10 butir telur bebek berukuran besar saya menggunakan campuran air garam dari 1 liter air dan 1 cangkir garam. Campuran atau larutan ini sebaiknya dibuat di wadah yang terpisah terlebih dahulu. Aduk hingga garam larut benar, baru kemudian dituangkan ke dalam wadah berisi telur bebek.

Walaupun larutan air garam sebenarnya cukup untuk merendam seluruh telur, tapi telur akan mengambang. Ini karena sifat air asin. Lalu bagaimana? Padahal semua telur harus terendam seluruhnya. Bagian yang mengambang di permukaan tidak akan cukup terpapar air garam.

DSCF0754-edited

Mudah. Taruh sebuah cawan di atas telur-telur tersebut. Untuk memudahkan pekerjaan, sebaiknya menindih telur-telur bebeknya dengan cawan dilakukan sebelum menuangkan larutan air garam.

Kemudian tutup wadah rapat-rapat, beri etiket yang mencantumkan tanggal dimulainya proses pengasinan. Setelah itu taruh wadah berisi rendaman telur bebek itu di bagian/pojok rumah yang kering dan teduh lalu lupakan selama tiga minggu. Mudah kan?!

DSCF2734-edited

Setelah tiga minggu buang air garam dan bilas telur dengan air bersih, lalu tiriskan. Sebagian telur bisa langsung direbus untuk kemudian dihidangkan/dikonsumsi. Sebagian lagi yang masih mentah bisa disimpan di lemari pendingin dan tahan 2-3 minggu.

Selamat mencoba! :)

* * * * * * *

Advertisements

One comment

  1. Halo, tipsnya lengkap dan bermanfaat.oh iya boleh tau kalau untuk dijual lagi bisa apa tidak?, dan apa jual telur asin bakar juga kah?. Terima kasih atas jawabannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: