roti tawar… lagi!

Mei 2012 saya pernah posting tulisan tentang usaha saya dalam membuat roti tawar. Dan sebenarnya usaha itu sukses. Hanya saja oven roster imut yang saya miliki tidak memungkinkan saya memanggang si roti tawar dengan sempurna. Ruang bagian DSCF5367-editeddalam oven roster yang sangat terbatas itu merusak tekstur si roti tawar. Akhirnya saya terpaksa meneruskan memanggang si roti tawar dengan cara membaringkannya. Sebab langit-langit oven roster begitu rendah. Tidak mampu menampung roti tawar yang mengembang tinggi akibat panas dalam oven.

Kira-kira dua bulan yang lalu kami membeli oven baru. Oven yang sekaligus kompor. Gas. Api. Oven yang model serius. Yang besar. Yuhuuu…

Jadi mulai dua bulan yang lalu itu saya bisa membuat apa saja yang harus dipanggang dalam oven. Tanpa harus khawatir ruang dalam oven tidak muat menampung roti atau cake yang sedang saya panggang… :)

Tadi malam tiba-tiba saja saya ingin bikin roti tawar. Ini juga karena kami sudah tidak punya roti sama sekali. Padahal sabtu dan minggu menjelang siang kami seringnya sarapan dengan menu roti tawar. Tentu dengan bala tentaranya. Mentega, vegetarian pate, keju lembar. Selai? Hmm.. Nggak. Manis. Kami lebih suka sarapan roti tawar dengan bala tentara yang gurih-gurih.

Nah, jadilah menjelang jam 11 malam saya menakar dan menimbang. Tapi karena sudah terlalu larut untuk melakukan aktivitas fisik, jadi saya membiarkan mesin roti yang menguleni adonan roti tawar. Butuh waktu 30 menit untuk si mesin melakukan tugasnya yang mulia itu. Setelah adonan selesai diuleni, saya menuangkan adonan ke dalam wadah besar, menutupnya dengan cling film atau plastic foil. Lalu menyimpan si adonan di dalam lemari pendingin. Iya, lemari pendingin alias kulkas.

DSCF2632-edited

DSCF2635-edited

Ini yang disebut sebagai slow proof. Atau mengembangkan adonan roti dengan cara yang lambat. Di dalam ruang bersuhu rendah, adonan roti butuh waktu jauh lebih lama untuk mengembang. Dan proses mengembangkan adonan roti jalur lambat ini tepat seperti yang saya inginkan tadi malam itu.

DSCF2637-edited

DSCF2639-edited

Saya ingin di pagi hari ketika bangun tidur, adonan roti sudah siap untuk diproses lebih lanjut. Digilas dan digulung untuk dibentuk sebagai calon roti tawar. Lalu dimasukkan ke dalam loyang roti tawar dan disisihkan 1-2 jam supaya mengembang 2x ukuran awal sebelum akhirnya dipanggang hingga matang.

Dengan cara ini kami akan selalu punya roti tawar fresh from the oven untuk sarapan di setiap akhir pekan pagi. Buat saya tidak ada hal yang lebih mewah dari menyantap makan pagi dengan menu roti tawar segar buatan rumah di sabtu dan minggu pagi bersama suami.

Sekadar antiklimaks. Ha ha ha…

Di resep aslinya tercantum informasi bahwa oven dipanaskan dengan suhu 220° Celcius. Lalu roti dipanggang dengan suhu tersebut selama 15 menit. Kemudian suhu harus diturunkan menjadi 200° Celcius dan dipanggang lebih lanjut selama 20-25 menit hingga matang kuning kecoklatan.

Saya melakukannya. Walaahh, baru 15 menit pertama permukaan roti sudah kuning kecoklatan seolah-olah sudah matang. Padahal ya belum.

Lalu? Panik?

Nggak perlu.

Suhu oven saya turunkan menjadi 180° derajat dan permukaan roti saya tutupi dengan aluminium foil. Ini agar panas oven tidak membuat permukaan roti menjadi gosong sebelum roti benar matang. Dan proses memanggang berlanjut selama 25 menit. Setelah itu loyang berisi roti saya keluarkan dari oven. Roti saya keluarkan dari loyang. Saya letakkan dalam loyang datar dengan posisi tidur dan tutupi dengan aluminium foil untuk kemudian saya panggang lagi selama 10 menit. Juga dengan suhu 180° Celcius. Cara ini bukan cara ideal tapi ampuh. Roti tawar saya matang sempurna. Lembut dan moist. Apa ya Bahasa Indonesianya moist untuk roti/penganan? Teksturnya sesuai dengan yang saya inginkan.

DSCF2641-edited

DSCF2646-edited

Ayo sarapan!

* * * * * * *

Advertisements

2 comments

  1. Dini Ayudia Erwin · · Reply

    Dear mbak,

    thank you banget sharingnya, kebetulan saya suka banget masak
    kalo bisa makan masakan sendiri, atau bahkan makan roti buatan sendiri, memang terasa seolah2 kemewahan dan keintiman yg luar biasa dgn pasangan ;)

    Btw, mbak pakai oven merk apa??
    Buat referensi bagi saya utk memilih oven yg recommended, terutama utk baking ;)

    1. Halo Dini, terima kasih sdh mampir, meninggalkan komentar dan juga pertanyaan… :)
      oven baru saya merek bosch.
      sebenarnya beli oven merek apa saja nggak masalah. satu tip yg saya pelajari dari para ahli masak adalah: masing2 oven punya karakter dan pribadinya sendiri2. jadi jangan terlalu terpaku pada suhu yg tertera pada resep. kita mesti mengenali karakter oven yg kita miliki. Jadi kalau beli oven baru, sebaiknya buku manualnya dibaca dg teliti. di hari2 pertama pemakaian sebaiknya dicermati suhunya.
      oven roster minimalis yg saya miliki masih saya pakai. utk memanggang roti/cake. hanya saja ruangnya sangat terbatas. lalu suhunya jg lebih rendah daripada suhu oven2 seriusan. jadi kalau saya memanggang kue/roti dg oven roster itu waktunya 10-20 menit lebih lama dr yg tercantum dlm resep. suhunya jg harus saya tinggikan, misalnya yg seharusnya 180 derajat, jadi 200 derajat..
      begitu kira2. semoga informasi ini berguna. selamat memasak. jangan segan mampir lagi ya..

      salam, Retno

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: