roti bulat putih

Ron lagi-lagi beraksi di dapur.

Uhmmm… saya kok jadi berasa post-power syndrome ya… ha ha ha… Soalnya akhir-akhir ini dia makin sering “merebut” dapur saya.

DSCF0760-editedKali ini dia mencoba membuat roti bulat putih. Roti ini sangat terkenal di Belanda sini. Dan menjadi makanan sehari-hari rakyat Belanda. Nama lokalnya: witte bolletje(s).

Sampai dengan jumat minggu lalu sudah tiga kali dia bereksperimen, mencoba membuat roti bulat putih yang sesuai dengan keinginannya. Sampai kali ketiga jumat lalu itu dia masih belum benar-benar puas. Tapi yang ketiga kali itu sudah jauh lebih memuaskan ketimbang yang pertama dan yang kedua.

Resep aslinya dia ambil dari blog Uit De Keuken van Levine. Tapi berdasarkan pengalaman dari mencoba membuat yang pertama kali, Ron melakukan beberapa modifikasi ketika mencoba membuat untuk yang kedua kalinya. Hasilnya memang lebih baik. Lebih empuk. Tapi memang belum memuaskan. Masih bisa lebih baik lagi. Dan dari hasil mencoba membuat yang kedua kalinya Ron lagi-lagi melakukan modifikasi di sana-sini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Namun demikian, hasil pembuatan roti yang ketiga kalinya juga masih belum maksimal, walaupun sudah jauh lebih baik ketimbang yang pertama dan kedua. Sayang roti hasil pembuatan pertama dan kedua tidak kami dokumentasikan. Jadi tidak bisa kami perlihatkan bedanya, sekadar untuk membandingkan.

DSCF0755-edited

DSCF0760-edited

Yang jelas saya senang dia mau mencoba membuat ini dan itu. Yang dulu bahkan tidak membangkitkan rasa ingin tahunya. Dan tidak pernah berusaha dia coba bikin. Sekarang dia menikmati setiap tahap proses memasak dan membuatnya. Jari-jari tangannya yang dulu sama sekali tidak luwes kalau harus mengerjakan hal-hal yang detail dalam proses memasak, sekarang mulai luwes. Mulai terampil. Ah… :)

Yang jelas, kami punya satu topik tambahan dalam obrolan sehari-hari. Juga untuk didiskusikan bersama-sama. Dulu kalau ngobrol tentang proses memasak, pembicaraan lebih bersifat satu arah. Saya bercerita tentang segala proses memasak/mewujudkan satu resep tertentu. Dia menyimak. Kecuali, tentu saja, kalau masakan-masakan yang kami angkat sebagai topik adalah masakan-masakan yang dia tahu cara memasaknya. Dan ini khususnya makanan khas Belanda.

Nah, sekarang obrolan bertopik resep dan masakan/makanan tidak lagi berjalan satu arah. Melainkan dua arah. Tentu saja jauh lebih menarik. Lebih asyik. Saya menamakannya “romantisme yang bersumber/berasal dari dapur”.

DSCF0778-edited

Ujung-ujungnya, dia jadi lebih semangat makan. Sebab yang disantapnya adalah hasil karya sendiri. Roti bulat putih ini dia santap sebagai makan siang di akhir pekan. Dibelah dua horisontal. Kemudian diberi topping lembaran-lembaran keju. Dipanggang sebentar hingga keju meleleh. Sedap deh.

* * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: