adonan asam dan rotinya

Bahasa Inggrisnya sourdough.

Dulu… saya pernah posting tentang sourdough. Cuma Pengantar. Isinya tentang niat dan usaha saya membuat adonan asam alias sourdough. Setelah kalau tidak salah dua minggu sukses mempertahankan eksistensinya, si adonan asam akhirnya meninggal. mati. Ufhh..

Saya buang. Habis itu mutung berat. Patah hati dan mogok, ogah nyoba lagi.

Tapi keinginan untuk bisa membuat roti berbahan dasar adonan asam ini tetap ada. Berarti harus mencoba bikin adonan asamnya lagi dulu. Sampai sukses.

Hampir sebulan yang lalu saya coba lagi bikin adonan asam. Yang ini pakai 7 butir anggur hijau sebagai pemuncul bakteri raginya. Sempat bertahan 4 hari. Kemudian mati. *nangis*

Empat hari kemudian saya coba lagi bikin. Hanya tepung whole wheat dan air suam kuku. Dengan takaran berat yang sama. Saya pakai takaran 25 gram tepung : 25 gram air hangat. Jadi 1 : 1. Istilahnya 100% hydration. Aduk rata hingga tepung dan air benar-benar tercampur rata dan tidak ada sisa butir-butir tepung. Perbandingan 1: 1 ini menghasilkan adonan basah yang liat. Tutup wadah dengan cling film tapi tidak terlalu rekat. Sisihkan di tempat yang hangat. Suhu yang ideal berkisar antara 20° — 25° C, selama 12-24 jam. Saya menyisihkannya selama 24 jam.

Setelah 24 jam si adonan masih tenang-tenang mendayu. Ditilik dari permukaannya kok nggak ada perubahan apa-apa. Tapi setelah 24 jam pertama kan si adonan asam harus mulai dikasih makan. Feeding. Sama seperti punya anak, adonan asam butuh diberi makan secara teratur supaya bisa tetap hidup.

Jadi ya bibit adonan asam saya itu saya beri makan. Untuk lebih jelasnya, silakan baca cara membuat starter adonan asam di sini. Saya mengikuti instruksi cara pembuatan adonan asam dari situ.

collage -- sourdough starter 03

Setelah adonan asam saya berumur kira-kira 1 minggu dengan mengikuti instruksi yang ada, saya memberanikan diri mulai membuat roti berdasarkan adonan asam ini. Resep yang saya pakai menurut saya resep yang paling mudah. Tanpa kewajiban menguleni. Semua bahan cukup diaduk dengan garang pakai tangan. Lalu ditaruh dalam wadah yang cukup besar dan ditutup dengan cling film dan ditaruh ditempat yang hangat selama 12 jam!!! Yaaa.. 12 jam.

Jangan lupa. Adonan asam adalah zat pengembang alamiah yang bekerjanya lebih lambat dibanding dengan ragi instan. Dan dengan mengingat prinsip kerja adonan asam ini saya memutuskan untuk membuat adonan roti adonan asam pertama itu di malam hari. Sekitar jam 10 malam. Tapi karena roti adonan asam ini memang tidak perlu diuleni, cuma dicampur dan diaduk pakai tangan, jadi ya tidak repot dan tidak makan waktu lama. Yang jelas, tidak makan tenaga untuk menguleni.

Sayangnya saya lupa memotret si adonan setelah selesai diaduk. Besarnya kira-kira cuma 2 kepalan erat tangan saya. Sama sekali nggak besar kan? Saya membuatnya menjelang berangkat tidur tadi malam. Setelah menaruh wadah berisi adonan roti di dalam microwave lalu saya pergi tidur. Dengan penuh rasa penasaran. Juga was-was. Adonan roti yang pakai adonan asam sebagai pengganti ragi instan ini bakal mengembang nggak ya?

Tadi pagi pas bangun tidur, yang pertama-tama mampir di ingatan saya nggak lain nggak bukan ya si adonan roti itu. Buru-buru saya ke dapur untuk mengintip si adonan roti. Penasaran. Penasaran.

Wowww…

collage -- sourdough bread 01

Lalu si adonan yang sudah mengembang dua kali semula mesti dikempiskan dan dilempit dua kali. Bukan diuleni. Setelah itu dibulatkan di atas permukaan yang ditaburi tepung. Taruh di loyang yang dilapisi kertas roti dan ditaburi sedikit tepung. Tutup dengan serbet makan bersih dan kering dan disisihkan supaya mengembang 2x selama kurang lebih 2 jam. Lalu saya panggang dalam oven yang telah dipanaskan dengan suhu 225°C selama 45 menit atau hingga matang kuning kecoklatan.

DSCF0598-edited 02

DSCF0602-edited

Roti adonan asam sederhana ini enak dimakan hanya dengan olesan mentega atau dengan mentega berbumbu bawang putih dan daun kucai yang dicincang halus. Atau disantap sebagai teman makan sup kacang merah. Hhmmm… :)

* * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: