foto-foto lama dan sedikit cerita

Tadi saya menelpon seorang teman SD. Dia di Jakarta. Saya di Belanda. Jadi saya menelpon dia pakai fasilitas provider dari internet supaya bayar pulsanya nggak mencekik leher dan menguras kocek. Apalagi saya menelpon ke nomer HP. Huhuhu… Nah, karena itu saya harus menggunakan komputer di ruang kerja saya di atas. Sebab komputer itu yang bisa dipasangi headset.

Setelah selesai menelpon, saya tidak langsung menutup/mematikan komputer. Iseng-iseng (saya paling benci kata yang satu ini!!!) saya mulai menjelajahi si komputer. Membuka file-file lama. Termasuk file foto-foto lama. Banyak juga ternyata. Termasuk, tentu saja, foto-foto makanan. Ada asinan betawi. Ada mie kenyol. Ada nasi putih lengkap dengan gereh petek, sambal terasi dan lalapan mentah. Ada… ada… ada…. banyak…. Woowwwww…!!

Saya jadi kepingin mengupload foto-foto itu di tulisan yang kali ini.

1. asinan Betawi

Saya sudah beberapa kali membuat asinan betawi. Rasanya sama sekali tidak mengecewakan. Apalagi memakai kerupuk kuning yang khusus saya bawa dari Pekalongan. Menyantapnya sambil merem-melek. Selain saking enaknya juga karena sambil membayang-bayangkan kampung halaman ayah saya ini.

2. nasi putih, gereh petek, sambal terasi dan lalapan mentah

Nasi putih cocok untuk menjadi teman banyak ragam lauk. Salah satunya ya gereh petek ini. Gereh peteknya saya beli di toko Asia di kota tetangga. Sambalnya sambal yang paling mendasar dalam khazanah hidangan tradisional Indonesia. Sambal terasi. Cabe merah, sedikit terasi dan garam. Cabenya bisa cabe lombok bisa cabe keriting. Saya pakai cabe lombok karena di Belanda sini tidak ada cabe keriting. Kalau mau bisa dikasih air perasan jeruk sambal juga sedikit. Saya tidak pakai.

Kalau kata orang dulu, kalau sudah pintar bikin sambal terasi, berarti sudah pintar masak. Sebab membuat sambal terasi biasanya tidak pakai acara cicip mencicip. Pedas! Mencicipi sambalnya ya pada saat makan, disantap bersama nasi putih panas ngepul-ngepul dan lauk pauknya. Kalau di saya mah… nggak janji deh. Tergantung resep. Juga tergantung mood. He he he…

3. rempeyek kacang ijo

Rempeyek yang paling banyak dikenal oleh orang Indonesia adalah rempeyek kacang tanah. Tapi sebenarnya rempeyek bisa dibuat dengan menggunakan beberapa bahan lain. Misalnya udang, teri nasi, rebon, kacang kedelai dan lain-lain. Rempeyek di foto di atas saya buat dengan menggunakan kacang ijo. Kacang ijonya direndam dulu satu malam supaya lunak. Lalu air rendamannya ditiriskan. Kemudian baru diolah lebih lanjut hingga menjadi rempeyek. Rasanya nggak kalah dengan rempeyek kacang tanah. Menurut saya malah rasanya lebih ringan ketimbang rasa rempeyek kacang tanah.

4. mie kenyol

 

Kalau tidak salah mie kenyol, atau kadang-kadang disebut juga mie konyol, ini adalah hidangan yang berasal dari daerah Indramayu di Pantura sana. Yang membuat hidangan ini istimewa adalah karena bahan dasarnya bukan mie kuning biasa. Mie kenyol ini menggunakan kerupuk kuning mentah sebagai mie-nya. Kerupuk kuning mentah direndam dalam air dingin hingga layu, lemas dan menjadi seperti mie. Baru kemudian dimasak bersama bahan-bahan lain.

Kenapa diberi nama kenyol? Sebab tekstur kerupuk kuning ini menjadi kenyal-kenyal gimana gitu setelah direndam air untuk dijadikan mie.

5. roasted pork belly

Tumben-tumbenan supermarket langganan saya menjual pork belly utuhan. Biasanya yang dijual sudah dalam bentuk lembaran/irisan kira-kira setebal 1,5 cm. Jadi saya beli. Ketika memergoki pork belly di sana langsung terbayang roast pork belly dalam benak saya. Sayangnya saya sudah lupa bumbu-bumbu yang saya pakai untuk baluran dan olesan. Sebab roast pork belly seperti terlihat dalam foto di atas ini terjadi di suatu hari di bulan Agustus 2009. Sudah lama kan?! Tapi nanti kalau saya bisa menemukan resep yang dulu saya pakai untuk membuat roast pork belly ini, pasti akan saya posting.

Sebenarnya masih ada beberapa foto lain yang juga ingin saya posting di Kitchen Epic sini. Tapi mungkin lain waktu saja. Jadi untuk sekarang cukup sekian dulu. Salam!

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: