vegetable stir-fry with zucchini

Di Belanda sini zucchini dikenal dengan nama courgette. Kalau kata zucchini dipinjam dari bahasa Itali, maka kata courgette  dipinjam dari bahasa Prancis.

Pertama kali saya mengenal jenis sayur yang satu ini ketika masih menjalani studi tari di New Delhi tahun 2001 dulu. Teman sekamar saya berasal dari Prancis. Dari Paris, tepatnya. Suatu hari dia menemukan zucchini — atau courgette dalam bahasa dia — dijual di salah satu toko sayur mayur di sebuah pusat perbelanjaan yang banyak dikunjungi pekerja pendatang.

Sejak pertama kali datang ke Belanda saya sudah melihat zucchini dijual di supermarket-supermarket. Tapi saya kok tidak tertarik untuk ingin tahu lebih jauh. Tidak tertarik juga untuk membeli dan mencoba mengolahnya. Tidak ada ide bagaimana harus mengolahnya. Sampai suatu hari di musim panas 4 tahun yang lalu, seorang teman Indonesia di sini memberi saya banyak sekali zucchini. Hasil panen dari kebun sayurnya. Dia datang ke rumah. Mengantar satu keranjang penuh zucchini. Sekitar 10 buah.

Hahhh!!!

Mau buat apa zucchini sebanyak itu? Satu saja sudah bingung mau diapakan. Akhirnya saya bagi-bagikan ke tetangga sebelah kiri dan kanan. Bagi-bagi rejeki, namanya. Lalu sambil mengantar 2 buah zucchini ke tetangga sebelah kanan, saya tanya si ibu, bagaimana biasanya dia mengolah zucchini. Dia bilang, yang paling sering sih ditumis bersama dengan beberapa jenis sayuran lain. Ahaa.. Tumisan! Salah satu metode mengolah bahan makanan yang paling mudah. Bahkan ketika itu beberapa buah zucchini lainnya saya olah menjadi quiche. Zucchini-chicken quiche. Enak loh.

Tahun berikutnya, 3 tahun yang lalu, saya jadi ikut-ikut teman saya itu. Menanam zucchini. Di kebun belakang. Sejak itu zucchini jadi satu tanaman sayur langganan di kebun belakang. Bersama tomat, cabe, selada dan kentang.

Wohhoooooo….!!! Cukup menanam satu. Dan si tanaman, bila sehat, akan memberi hasil yang tak berkesudahan. Ampuunn deh!! Sampai-sampai berasa dihukum. Kutukan zucchini!

Kolase foto berikut ini berasal dari musim panas 3 tahun yang lalu. Musim panas yang sukses. Matahari bersinar terik hampir setiap hari. Sesekali diselingi hari-hari mendung dan basah. Para tanaman pun berpesta, bersuka ria. Tumbuh dengan ganas! Termasuk tanaman zucchini saya.

Tahun yang lalu saya juga menanam zucchini. Kan sudah tradisi. Tapi, walaupun musim panas tahun itu lumayan seru, tanaman zucchini saya tidak berumur panjang. Berhenti tumbuh hanya setelah menghasilkan tiga buah zucchini. Si tanaman sendiri sebenarnya tidak mati. Hanya tidak bisa meneruskan pertumbuhannya. Sebab pucuknya — yang menjadi kunci si tanaman untuk terus tumbuh dan berbuah — coak. Habis dimakan serangga. Kemungkinannya siput tanpa rumah.

Tahun ini saya juga menanamnya. Tapi OMG! susah sekali. Entah bibit benihnya yang sudah agak kadaluwarsa, entah musim tanam tahun ini sama sekali nggak oke, entah apa.

Sepulang dari Indonesia saya menanam dua biji zucchini. dua-duanya tumbuh. Tapi saya merasa keduanya kurang bersemangat tumbuhnya. Mungkin terpengaruh cuaca buruk di luar sana. Iya, saya menyemai bijinya di dalam pot kecil di dalam rumah. Ketika saya pikir si kedua bayi zucchini sudah cukup waktu untuk ditaruh di lahan di kebun belakang, cuma bertahan satu minggu dan kemudian mati. Satu per satu. Dua-duanya… :'(

Seminggu setelah yang kedua mati, saya menanam satu biji zucchini langsung di lahan kebun belakang. Lewat 10 hari tidak kunjung muncul tunasnya. Saya kira bijinya busuk di dalam tanah. Jadi saya semai satu biji baru di dalam pot dan saya taruh potnya di ambang jendela rumah. Cuma lewat 4 hari tunasnya muncul. Senang! :) Saya biarkan si bayi zucchini itu tumbuh sampai cukup besar. Lebih besar ketimbang dua yang pertama. Agar lebih kuat menghadapi cuaca di luar. Baru kemudian saya taruh di lahan kebun belakang.

Akhirnyaaaa…!! Selamat. Tumbuh juga. Uhuuyy!!

Eehh.. setelah seminggu bibit zucchini hasil menyemai keempat tahun ini saya taruh di lahan kebun belakang, biji zucchini ketiga yang saya tanam langsung di lahan tempo hari memunculkan tunasnya. Laahhh??

Jadi tahun ini saya punya dua tanaman zucchini. Tapi, lagi-lagi, entah karena bibit bijinya sudah lawas, atau karena cuaca musim panas tahun ini buruk (banyak hujan dan minim matahari), atau karena si benih saya taruh di lajur lahan yang berbeda dari yang sudah-sudah dan di pojok itu kurang terpapar sinar matahari, si tanaman zucchini tahun ini tumbuhnya kurang oke.

Anyway, tiga hari yang lalu saya memanen zucchini untuk yang pertama kalinya di tahun 2012 ini… :))) Dan tadi pagi saya memanen zucchini kedua. Zucchini kedua ini saya berikan ke tetangga sebelah kanan. Dengan siapa saya selalu berbagi hasil panenan kebun belakang setiap musim panas. Ini juga tradisi.

Dan hari ini saya kok kepingin banget makan sayur campur yang ditumis sekadarnya. Minim bumbu. Kebetulan di dalam lemari pendingin masih ada dua buah paprika merah dan beberapa buah cabe hijau Turki yang besar-besar. Lalu zucchini hasil panen pertama tahun ini. Dan tadi pagi saya membeli dua buah tahu dari toko Asia langganan.

Sepulang dari pasar Arnhem saya lapar! Jadi segera saja ke dapur dan mulai memasak. Dan voila! Jadilah tumis campur. Nyaamm…

===================================

Vegetable stir-fry with zucchini

Ingredients:
1 medium size zucchini, diced
2 medium size red paprika, cut into your choice
3 green charleston pepper, roughly chopped (optional)
1 tahu/tofu, diced
1 medium size onion, cut into your choice
4 big cloves garlic, crushed and finely chopped
2 tbsp of oyster sauce
1 tbsp of sesame oil
1 tbsp of Kikkoman soy sauce (or any other light soy sauce)
black pepper to taste
salt to taste (if needed)
5 tbsp of vegetable/sunflower oil

How to:
1. Heat the oil in a big pan with medium flame. Fry the pieces of tahu/tofu until half done. Take them out of the pan and set aside.
2. Saute the onion and garlic for 30 seconds with big flame until fragrant. Add mix vegetables in, stir-fry until well mixed and then let it cook for 2 minutes with cover.


3. Add oyster sauce, sesame oil, Kikkoman soy sauce and black pepper. Stir-fry for 1 minute. Add the tahu/tofu in. Continue to stir-fry for another 3 minutes. Give a taste. Add some salt if needed.


4. Serve immediately with warm white rice. Happy homemade meal! :))

====================================

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: