dhokla: an Indian Gujarati savory delight

Pertama kali saya mengenal dan mencicipi dhokla terjadi di Delhi bertahun-tahun yang lalu. Dan saya langsung suka.

Berasal dari Gujarat, dhokla bisa disantap sebagai snack, side-dish atau bahkan sebagai makan pagi. Kalau di India sana, dhokla dijual siap santap di sweet houses. Saya tidak bisa menemukan terjemahan yang pas untuk sweet house. baik dalam bahasa Inggris maupun dalam Bahasa Indonesia. Sebaiknya saya terangkan saja.

Di India sana sweet house adalah toko yang menjual berbagai penganan manis. Berbagai penganan manis ini dimasukkan dalam satu kategori yang sama, yakni sweets. Tapi mereka bukan permen, bukan gula-gula. Melainkan sejenis snack. Rasanya? Manis nggak ketulungan. Saya, yang bukan penggemar penganan manis, sampai merem-merem kalo harus memakannya. Saking manisnya. Sweets ini biasa digunakan sebagai salah satu prashad atau sajen dalam setiap ritual keagamaan dalam agama Hindu di India. Jadi, bisa disimpulkan, sweets tidak akan pernah berhenti diproduksi dan dijual. Dampaknya, tentu saja, keberadaan sweet houses di India akan terus berlangsung. Lestari.

Nah, entah mengapa, dhokla yang notabene gurih ini masuk dalam daftar penganan yang dijual di sweet house. Tentu saja di sweet houses tersebut dhokla menempati pojok yang berbeda dan terpisah dari teman2 manisnya. Kalau berbagai sweets yang legit menempati etalase terdepan dari sebuah sweet house, maka biasanya dhokla ditempatkan di bagian belakang. Biasanya dipajang bersama dengan berbagai jenis kacang-kacangan, pistachio, kacang mete, kacang almond atau nutmix.

Semua penganan, manis maupun gurih, yang dijual di sweet houses tidak dijual per buah. Melainkan per kilo. Jadi ditimbang. Lalu biasanya ditaruh dalam wadah plastik bertutup kalau membelinya sedikit, cuma 100-200 gram. Tapi kalau membeli minimal setengah kilo, berarti bisa dapat cukup banyak, maka penganan-penganan tersebut akan ditempatkan dalam kotak yang terbuat dari karton tebal dan kemudian dibungkus dengan kertas kaca warna-warni dengan motif khas India. Kalau seorang pembeli membeli sweet dengan jumlah minimal 500 gram biasanya untuk digunakan sebagai prashad atau sajen untuk kebutuhan ritual keagamaan.

Aslinya dhokla terbuat dari bahan dasar campuran tepung beras dan tepung kacang arab (chickpeas). Tentu dengan beberapa bahan lain sebagai pelengkap dan penyedap. Selain dhokla asli, ada juga yang disebut sebagai khaman dhokla. Yang ini saya pernah membuat. Bahan dasarnya hanya menggunakan tepung kacang arab. Di Delhi disebut sebagai besan atau gram flour. Kalau menurut keterangan yang saya dapat di internet, hasil jadi khaman dhokla lebih lembut ketimbang hasil jadi dhokla. Mungkin karena dhokla menggunakan tepung beras. Saya membuat khaman dhokla hanya melihat segi praktisnya saja. Kalau bisa menggunakan besan (gram flour atau tepung kacang arab) seluruhnya kenapa mesti dicampur-campur dengan tepung beras segala? :)

Resep khaman dhokla yang saya pakai saya ambil dari situs Tarla Dalal. Ada videoclip cara membuatnya juga di youtube. Ternyata mudah sekali membuatnya. Dan yang jelas, enak!! Videoclip cara membuat khaman dhokla oleh Tarla Dalal di youtube bisa diakses di sini.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: