ayo bikin bakpao

Bakpao adalah satu dari sekian jenis makanan yang menjadi kegemaran Ron, suami saya. Biasanya sebagai makan siang di kantor. Memang praktis. Membuatnya juga mudah sekali.

Nah, masalah sudah cukup lama saya tidak membuat bakpao. Entah kenapa. Hampir satu tahun kalau tidak salah. Sampai sabtu yang lalu kami melihat bakpao yang dijual beku di sebuah supermarket. Ron bilang, “Wah… bakpao! Kamu sudah lama tidak bikin bakpao. Bikin lagi dong.”  :)

Kebetulan saya punya daging cincang campur di lemari pembeku di rumah. Iya. Di Belanda sini daging cincang yang dijual di supermarket-supermarket ada dua macam. Daging cincang dari daging sapi dan daging cincang dari daging sapi dicampur dengan daging babi. Sayangnya supermarket-supermarket di sini tidak menjual daging ayam cincang. Jadi kalau butuh daging ayam cincang ya membuat sendiri. Saya biasa menyimpan kedua jenis daging cincang itu di lemari pembeku di rumah. Daging sapi cincang biasanya saya pakai untuk membuat saus bolognese sebagai teman makan pasta. Sementara daging cincang campur biasanya saya gunakan untuk membuat bola-bola daging. Campuran daging babinya membuat tektur bola-bola daging menjadi lembut.

Kok jadi ngelantur.

Kembali ke topik semula. Bakpao dikenal sebagai satu jenis penganan yang berasal dari Cina. Kata orang-orang bak itu artinya daging babi. Pao berarti roti. Jadi kalau digabung, bakpao berarti roti daging babi. Roti berisi daging babi. Dan karena saya punya daging cincang campur, kenapa tidak?

Kebetulan saya juga masih punya tepung tang mien. Kalau tidak salah, sebenarnya tepung tang mien ini tepung terigu biasa. Tapi sudah diproses secara lebih lanjut hingga warnanya super putih. Biasanya digunakan untuk membuat bakpao dan hakau. Di Belanda lumayan mudah didapat. Biasanya dijual di toko Asia atau toko oriental. Tapi kalau tidak punya tepung tang mien bisa pakai tepung terigu biasa yang protein sedang. Ini tepung terigu yang biasa digunakan untuk membuat cake. Atau all-purpose flour.

Ketika saya timbang, ternyata kok pas 400 gram, sesuai yang saya butuhkan. Kebetulan amat!

Saya membuat adonan rotinya tidak mengikuti instruksi resep-resep bakpao Indonesia. Menurut saya resep-resep itu kok rumit dan repot. Riweuh! Ada bahan A dan bahan B. Kenapa mesti dipisahkan dan dibedakan? Setelah googling, saya menemukan blog Ikaray yang memberi resep bakpao sederhana, baik untuk adonan pao-nya maupun untuk adonan isinya. Kebetulan blog Ikaray menampilkan foto hasil jadi bakpao yang dibuatnya. Menurut saya tekstur pao-nya terlihat bagus sekali. Jadi saya mantap untuk mencoba resep tersebut. Hasilnya? Mantap!!

Hhmmm… o ya, untuk adonan isi saya melakukan sedikit perubahan, mengikuti bahan-bahan yang tersedia di dapur saya.

Resep komplitnya menjadi seperti ini di bawah ini.

Bakpao Isi Daging Cincang

Bahan pao:
400 gram tepung tang mien atau tepung terigu protein sedang
1 sendok teh peres baking powder
1 kantong ragi instan (7 gram kalau di Belanda, 11 gram kalau di Indonesia)
250 ml susu putih cair
50 gram gula pasir
1 sendok makan minyak goreng (minyak bunga matahari/minyak sayur/minyak zaitun)
1/2 sendok teh garam halus

Bahan isi:
300 daging cincang
1 butir bawang bombay, rajang halus
6 siung bawang putih, geprak, cacah halus
2 batang daun bawang, rajang halus
2 sendok makan saus tiram
2 sendok makan kecap manis
1 sendok teh munjung bumbu ngo hiang (Chinese five-spice powder)
garam
lada bubuk
1 sendok teh munjung tepung maizena yang dicairkan dengan sedikit air dingin untuk mengentalkan
3 sendok makan minyak goreng

Peralatan yang diperlukan:
1 buah dandang kukusan
1 lembar serbet dapur yang bersih untuk membungkus tutup dandang kukusan
15 lembar kertas roti ukuran 6 x 6 cm
tang dapur untuk mengeluarkan bakpao dari dandang kukusan setelah matang

Cara membuat adonan pao:
1. campur dan aduk rata semua bahan pao, kecuali garam, dalam sebuah wadah yang cukup besar.
2. Lalu tambahkan garam. Uleni hingga kalis dan elastis selama kira-kira 15 menit.
3. Tutupi wadah adonan pao dengan serbet bersih dan kering. Sisihkan selama 30-45 menit hingga mengembang 2x.

Cara membuat adonan isi:
1. panaskan 3 sendok makan minyak dalam wajan. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga layu dan harum.
2. masukkan daun bawang. Aduk rata dan tumis hingga layu.
3. masukkan daging cincang. Masak hingga berubah warna dan air daging tinggal separo.
4. Masukkan saus tiram, kecap manis, bumbu ngo hiang, garam dan lada bubuk. Aduk rata dan masak terus hingga air daging hampir habis. Cicipi.
5. Masukkan tepung maizena yang telah dicampur dengan sedikit air. Aduk rata hingga adonan isi mengental. Masak terus selama 3 menit. Matikan api. Sisihkan hingga dingin.

Penyelesaian:
1. kempiskan adonan pao dan uleni ringan selama setengah menit. Bagi adonan menjadi 15. Bulatkan.


2. ambil satu adonan pao, pipihkan, beri 1 sendok makan adonan isi, tutup rapat, bulatkan. alasi bagian bawahnya dengan selembar kertas roti ukuran 6 x 6 cm. Kerjakan semua adonan hingga habis. Tutupi dengan serbet bersih dan kering. Sisihkan.


3. Didihkan air yang cukup banyak dalam dandang kukusan dengan api besar.
4. Setelah air mendidih dan beruap banyak, masukkan beberapa buah bakpao ke dalam dandang. Jangan terlalu banyak/rapat/padat karena bakpao tidak bisa mengembang dengan sempurna. Tutup dan kukus selama 15 menit hingga bakpao matang.


5. Selama mengukus, periksa air kukusan sesekali. Bila sudah hampir habis, tambahkan dengan air mendidih. Bila menambahkan dengan air dingin, tunggu air kukusan hingga mendidih dan beruap banyak lagi baru melanjutkan mengukus bakpao.

6. Hidangkan bakpao panas-panas dengan saus sambal. Nyam…

* * * * * * *

Advertisements

2 comments

  1. chocochicka · · Reply

    Makasih yaaa udah berbagi resep bapaonya. Tadi pagi udah mulai bikin sampe siang ini,dan hasilnya suksesssss (meski isinya keasinan&gula di adonan pao kebanyakan).. Lain kali mau dikreasiin dengan ubi ungu & isi yg berbeda… Again, TFS… :D

    1. sama2.. :) lain kali kalau bikin lagi, mgkn ada baiknya membubuhi garam utk adonan isinya belakangan. sebab saus tiram juga sudah asin.
      salam.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: