Ron dan lasagna bolognese ala Retno

Sudah lama saya kepingin makan lasagna. Apa aja deh. Bolognese juga gak nolak. Itu yang paling umum kayaknya ya. Dulu waktu masih di Jakarta kakak perempuan saya yang hobi bikin lasagna bolognese. Enak bikinan dia. Tapi di Belanda sini biar ngarep sampai bego dibikinin lasagna bolognese sama dia juga nggak bakal terkabul.

Apa yang bikin saya aras-arasan untuk bikin lasagna? Ron!

Dia tidak suka pasta. Kecuali spagetti bolognese. Pasta selain spagetti dengan bumbu bolognese dia bilang, “Ugh.. yuck! Berlendir!” Hahaha… Ini trauma masa kecil.

Anyways, akhirnya kemarin malam saya bikin juga. Saus bolognese-nya sudah saya buat dari dua hari yang lalu. Setelah jadi kemudian saya simpan di lemari pendingin. Pasta lasagna-nya saya buat sendiri juga. Homemade. Beberapa waktu yang lalu saya pernah memposting tulisan tentang homemade pasta. Di posting yang waktu itu pastanya saya buat menjadi tagliatelle. Tapi pasta, mau bentuknya seperti apapun juga, resep dasarnya sama saja. Jadi no problemo!

Saya membuat saus bolognese dan pasta lasagna dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di dapur saya. Kecuali daging cincangnya, tentu saja. Yang ini harus saya beli dulu di supermarket langganan dekat rumah saya. Hemmm.. o ya, tomat cacah dan pasta tomatnya saya pakai yang siap pakai juga. Tapi kebetulan memang punya stok di rumah. Bumbu-bumbunya, daun basil, oregano dan thyme, saya pakai yang segar karena punya. Menanam sendiri di kebun belakang.

Garam, merica dan pala saya tanam di lemari dapur. Hahaha… Kejunya saya tidak pakai parmesan tapi keju Gouda dengan kadar kematangan sedang. Belegen, kalau dalam bahasa Belandanya. Enak banget loh. Dan lasagna bolognese saya ini tidak memakai saus keju. Walaupun saya ini mahluk pelahap makanan gurih, tapi saya tidak terlalu doyan saus keju. Lagian, menurut saya kalau lasagna bolognese diberi saus keju jadinya terlalu machtig. Terlalu enek.

Lalu mulailah tahap membuat lapisan-lapisannya. selapis saus bolognese, ditaburi keju parut dan daun basil segar rajang (kalau ada/optional). Kemudian ditutup dengan lembar-lembar pasta lasagna. Lalu selapis kedua saus bolognese-taburan keju parut dan daun basil segar rajang yang ditutup dengan lembar-lembar pasta lasagna lagi. Demikian seterusnya hingga loyang atau wadah tahan panas penuh. Lapisan terakhir adalah lapisan saus bolognese, keju parut tabur dan daun basil segar rajang.

 

Setelah kegiatan membuat lapisan-lapisan lasagna tutup loyang/wadah tahan panas dengan aluminium foil lalu panggang lasagna dalam oven yang telah dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu 180º C selama 30 menit. Kemudian singkirkan aluminium foil dan lanjutkan memanggang selama 20-30 menit hingga matang kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven dan biarkan selama 20 menit agar menjadi agak dingin. Hidangkan.

Ketika saya mengajukan ide membuat lasagna bolognese ini, Ron bilang akan makan verse worst saja. Mungkin dengan kentang dan wortel rebus. Mungkin dengan beberapa kerat roti gandum. Sebab ya itu tadi. Buat dia satu-satunya pasta yang enak adalah spaghetti.

Tapi dia selalu tertarik dengan kegiatan masak memasak saya. Jadi dia juga tertarik menonton saya memasak lasagna bolognese ini. Di tengah-tengah saya mengerjakan lapisan-lapisan lasagna ini, tampaknya dia berubah pikir. Di mata dia, lapisan-lapisan yang sedang saya kerjakan itu tampak mulai enak… :) Jadi tiba-tiba dia bilang, “Nanti saya mau coba makan lasagna bikinanmu saja. Mudah-mudahan benar enak dan saya suka. Kalau ternyata saya tidak suka, nah… saya ketiban sial. Karena tidak ada makanan lain untuk makan malam saya!”

Dan jadilah Ron makan lasagna bolognese. Untuk yang pertama kali sejak pernikahan kami. Untuk yang pertama kalinya tidak tahu sejak kapan. Dan syukurlah dia suka. Lalu bilang, “Besok malam saya mau makan lasagna bolognese ini lagi.”

Horreee!!   :)) 

* * * * *

Saus Bolognese

Bahan:
500 gram daging sapi cincang
1 butir bawang bombay, rajang
4 siung bawang putih, geprak, rajang
350 gram tomat cacah kalengan
150 gram tomat pasta kalengan
75-100 ml air
2 sendok makan basil segar rajang atau 1 sdm basil kering
1 sendok makan oregano segar rajang atau 1 sdm oregano kering
1 sendok makan thyme segar rajang atau 1 sdm thyme kering
1 sendok teh garam (atau sesuai selera)
1/2 sendok teh merica bubuk (atau sesuai selera)
1 sendok makan gula pasir (atau sesuai selera)
3 sendok makan minyak zaitun

Cara membuat:
1. Panaskan minyak zaitun dalam wajan atau panci yang cukup besar dengan api sedang cenderung besar.
2. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga layu dan harum.
3a. Bila menggunakan bumbu Italia dalam bentuk kering, masukkan basil, oregano dan thyme kering sebelum memasukkan daging cincang ke dalam wajan/panci. Tumis hingga harum.
3b. Masukkan daging cincang dan masak hingga berubah warna dan air daging habis.
4. Masukkan tomat cacah, tomat pasta kalengan, air, bumbu Italia segar (basil, oregano dan thyme segar cacah), garam, merica dan gula pasir. Aduk rata dan masak dengan api kecil selama 1 jam.
5. Cicipi rasa saus bolognese. Matikan api. Siap untuk digunakan.

Catatan:
Resep saus bolognese ini bisa juga digunakan sebagai bumbu saus untuk spaghetti atau tagliatelle.

* * * * * * *

Advertisements

2 comments

  1. tobytall · · Reply

    I think yours is better :) my friend baked me his special lasagna, teriyaki with chilli. And, that was gas!

    1. maksudnya gas gimana? lasagnanya bikin perut jd banyak angin? hehehe…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: