bubur kacang hijau

Sudah lama saya tidak membereskan lemari tempat penyimpanan bahan makanan. Berantakan. Acak-acakan. Beuh!! Kalau bisa, kalau perlu mengambil sesuatu dari lemari itu sambil tutup mata aja. Males banget ngeliatnya.

Akhirnya saya bereskan juga. Itu terjadi 2 hari yang lalu. Dan memakan waktu 3,5 jam!

Capek.

Ketika sedang membereskan, saya menemukan satu plastik  berisi kacang hijau. Cuma 2 genggam kira-kira. Lah… ngapain juga disimpan-simpan. Menuh-menuhi tempat aja. Mending dibikin bubur kacang hijau. Jadi saya sisihkan.

Setelah sukses membereskan si lemari, saya ke dapur membawa plastik berisi 2 genggam kacang hijau itu. Saya tuang ke dalam sebuah panci. Cuci bersih. Saya beri air bersih secukupnya. 2 iris jahe. Geprak. 2 lembar daun pandan. Masing-masing disobek jadi 2 memanjang, simpulkan. Lalu saya jerang di atas api sedang dengan tutup panci yang tidak menutup penuh. Lalu saya tinggal mandi.

Selesai mandi dan berganti pakaian, saya ke dapur lagi. Ternyata si kacang hijau sudah mendidih dan malah sudah lunak. Jadi saya tambahkan gula jawa 1/2 gelondong dan 3 sendok makan santan bubuk. Air rebusan saya tambah kira-kira 1 cangkir. Aduk rata. Apinya saya kecilkan dan panci saya tutup penuh. Saya pasang alarm clock 15 menit. Lalu saya ke ruang tv untuk meneruskan membaca The Scarlet Pimpernel sambil menyeruput teh tubruk panas. Teh melati Poci Indonesia. Surga dunia.

Ketika alarm clock berbunyi, saya pergi ke dapur, menengok bubur kacang hijau. Sudah matang. Saya cicipi. Nyaris hambar. Saya tambah 2 sendok teh gula pasir. Aduk rata. Saya biarkan si bubur mendidih selama 3 menit lagi. Lalu api saya matikan.

Bubur kacang hijau ini sengaja saya bikin dengan santan encer dan manis yang lamat-lamat saja. Aslinya santannya cukup kental dan manisnya legit. Berhubung umur makin banyak dan saya memang tidak terlalu suka manis, jadi penggunaan santan dan gula saya sesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan cita rasa saya. Dan toh nyaamm.. :)

Sambil menikmatinya saya jadi teringat rumah. Biasanya, kalau ibu saya membuat bubur kacang hijau, kami sekeluarga akan menikmatinya sore-sore. Duduk mengitari meja makan sambil ngobrol kosong ngalor-ngidul. Apalagi kalau hujan sedang turun. Sedap dan hangat di hati.

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: