bihun salad spring rolls

Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang salad bihun. Salad bihun yang tempo hari itu saya sajikan dalam mangkuk. Tapi ide aslinya seperti yang saya pesan dan makan di SalaThai Restaurant di Arnhem itu dikemas dalam bentuk lumpia atau spring roll. Dan ternyata hidangan ini asalnya dari Vietnam.

Kemarin saya mencoba membuatnya dengan memakai ide spring roll itu. Saya menambahkan beberapa jenis sayuran juga untuk bahan isi.

Bahan isi: bihun, 1 potong dada ayam tanpa tulang yang direbus dan disuwir-suwir, 1 buah paprika merah yang dipotong halus, ketimun yang dipotong sedikit lebih besar daripada korek api, cabe hijau besar manis dan daun ketumbar cacah. Harusnya saya pakai daun mint juga. Tapi kebetulan tidak punya. Jadi tidak pakai. Dan bihunnya saya rendam terlalu lama di air mendidih. Seharusnya cuma 3 menit. Saya melakukannya 6-7 menit karena keasyikan ngobrol sama Ron. Hiks..hiks.. Jadi bihunnya terlalu lunak. Nyaris bubur. Apa boleh buat. Saya pakai juga. Kan tidak boleh buang-buang makanan.

Kulitnya tentu saja saya pakai rice paper siap pakai. Saya membelinya di toko Asia. Sebenarnya sudah saya beli kira-kira 1,5 bulan yang lalu. Tapi baru saya pakai kemarin itu. Kemasannya kering. Jadi bisa disimpan lama, sesuai dengan tanggal masa berlaku yang tercantum di plastik kemasan.

Semua bahan sudah saya siapkan dengan rapi sebelum saya mulai dengan proses mencelupkan lembar-lembar rice paper itu satu per satu. Lalu mulailah saya mengerjakan spring roll itu.

Sebelum kemarin saya belum pernah membuat lumpia atau spring rolls dengan menggunakan rice paper. Walaupun punya sedikit ide tentang bagaimana cara menggunakannya, saya tetap mencari informasi audio visual di Youtube. Dapat satu yang oke. Si ibu peraga bilang, “Don’t be alarmed if it’s not soft right away. It’s still gonna be a little bit firm…”

Korbannya 3 spring roll pertama.

Karena jari-jari tangan masih gagap, akhirnya kulit spring roll yang sangat lengket dan liat itu cabik-cabik. Apalagi spring roll yang pertama. Ughh.. jelek banget. Sobek besar. Tapi toh saya lipat juga sebisanya. Yang kedua masih jelek juga. Yang ketiga sudah lumayan walaupun masih sobek sedikit di 2-3 tempat. Nah, setelah yang ketiga, jari-jari tangan saya jadi lebih fasih. Selamat sampai akhir.

Untuk sausnya, saya ambil resepnya dari sini:

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: