pide: pizza a la Turki

Kemarin, saya membuat melting moments cookies. Tapi tidak hanya itu. Saya juga membuat pizza dan selada kentang-bit merah. Di posting yang ini saya ingin bercerita tentang si pizza.

Kali ini saya membuat pizza gaya Turki. Pizza a la Turki.

Saya lihat pizza yang dijual di toko atau kedai Turki di Belanda sini bentuknya berbeda. Bentuk roti dasarnya tidak bulat. Tapi mirip bentuk dasar perahu nelayan tradisional. Contohnya seperti ini. Setelah saya melakukan riset kecil, saya mendapati bahwa roti bertopping dengan bentuk seperti ini di negara asalnya diberi nama pide.

Apapun namanya, yang jelas saya tertarik dengan bentuknya. Saya ingin juga membuat pizza dengan bentuk seperti itu. Untuk ganti suasana. Lagian, kan pizza tidak harus berbentuk bulat kan? Jadi saya berniat mengadopsi bentuknya. Toppingnya?? Terserah saya, tentu saja.

Resep untuk adonan rotinya saya ambil dari buku yang aslinya berbahasa Inggris, diredaksi oleh Valerie Ferguson dengan judul Quick & Easy Pizzas:

Bahan-bahan yang diperlukan:

175 gram tepung terigu protein tinggi
1 sdt ragi kering instan
1/4 sdt garam halus
120-150 ml air hangat
1 sdm minyak zaitun

Cara membuatnya:

campur dan aduk rata tepung, ragi, minyak zaitun dan air hangat dalam sebuah wadah. Lalu tambahkan garam. Uleni hingga kalis dan elastis, kira-kira 10 menit. Sebaiknya di meja atau di permukaan yang licin. Bulatkan. Taruh dalam sebuah wadah yang telah diolesi sedikit minyak. Tutup dengan serbet bersih atau bungkus plastik (Ingg. cling film). Istirahatkan selama kira-kira 1 jam hingga mengembang 2x.

Setelah 1 jam dan adonan mengembang 2x besar semula, tinju ringan adonan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap. Uleni ringan 1 menit. Lalu bagi adonan menjadi dua bagian yang sama beratnya. Bulatkan masing-masing bagian. Lalu pipihkan dan bentuk seperti bentuk perahu. Lipat bagian tepi adonan ke arah dalam sebanyak 2x agar tebal dan menjadi pembatas. Taruh dalam loyang. Lalu isi dengan topping sesuai selera.

Dan untuk toppingnya saya tidak menggunakan daging cincang. Saya sedang malas menumis-numis. Ingin yang praktis-praktis saja. Jadi saya memakai beberapa lembar salami yang saya cuil-cuil besar-besar. Saya juga menggunakan bawang merah besar, tomat dan paprika merah. Kebetulan saya punya paprika oranye. Jadi saya pakai juga. Lagi-lagi untuk ikut sedikit memeriahkan UEFA Euro 2012. Tapi ternyata Belanda kalah 0 : 1 dalam pertandingan pertama mereka melawan Denmark.. :p

Bawang merah besarnya saya rajang. Kemudian saya tumis. Akhirnya saya menumis-numis juga. Tapi cuma bawangnya. Sebab aroma bawang yang ditumis hingga berkaramel memang sangat menggugah selera. Sedap nian. Tomat, paprika merah dan paprika oranyenya saya potong dadu. Bagian tengah tomat saya buang agar pizza tidak mengandung terlalu banyak cairan.

O ya. Karena pizza ini a la Turki, tentu saja saya memakai keju feta. Ooohh.. I love feta cheese! Sesudah selesai menaruh salami, tomat dan paprika merah-oranye, saya menaburkan cuilan-cuilan keju feta di atasnya.

Setelah adonan roti pizza selesai diberi topping, tutup dengan aluminium foil dan istirahatkan 15-20 menit. Sementara itu panaskan oven dengan suhu 220 derajat Celcius. Panggang pizza selama 15-20 menit atau sampai matang. Oven roaster saya yang mungil itu selalu butuh waktu lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan oleh oven normal untuk memanggang. Sigh!

Tapi akhirnya pizza matang juga. Senang. Lapar. Ayo makan!

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: