sambal mangga

Saya dapat resep ini dari teman Indonesia yang tinggal di kota tetangga.

Sesekali saya main ke rumahnya. Seperti biasa kalau saya datang main ke rumahnya, dia pasti masak-masak sedikit. Jadi kami selalu makan siang bersama. Cukup sering juga saya bawa makanan dari rumah. Jadi kadang dia cuma tinggal masak nasi lalu kami makan siang bareng.

Suatu hari saya main ke rumahnya. Naik sepeda. Ini info nggak penting sebenarnya.. :) Seperti biasa, dia masak-masak sedikit. Lalu dia juga menyangrai teri bilis yang agak besar. Anchovy. Saya tanya, untuk apa. Dia jawab, kita bikin sambal juga ya, biar makan siangnya jadi lebih sedap. Oooo.. Bagaimana bikin sambalnya? Dia bilang, sebenarnya sambalnya sambal mangga. Sambal terasi biasa yang dikasih beberapa iris tomat dan cacahan mangga muda. Mangga mudanya beli di toko oriental. Terus, dia bilang lagi, biar lebih enak, dikasih teri yang disangrai kering. Waahh.. sambal macam ini saya belum pernah dengar. Mungkin ini sambal kreasi dia atau sambal tradisi daerah Lombok. Dia berasal dari Lombok.

Saya yang bikin dan ngulek sambal terasinya. Lalu mangga mudanya saya cacah juga ke atas cobek berisi sambal terasi yang sudah jadi itu. Dan saya campur dan lumat sedikit agar lebih meresap. Setelah dia selesai menyangrai teri bilis, dia tuangkan terinya ke dalam cobek dan dia campur dan lumat sekadarnya. Kelihatan enak sekali.

Ayo makan!

Dan ternyata memang enak sekali. Jadi sejak itu sesekali saya bikin juga di rumah. Tidak pakai mangga muda yang beli di toko oriental. Saya beli mangga biasa dari pasar. Yang untuk buah. Tapi saya beli yang masih keras sekali. Enak juga.

Waktu pulang ke Indonesia tempo hari untuk menengok keluarga, saya main ke rumah orangtua saya di kampung di Jawa Tengah. Di rumah di kampung itu ayah saya menanam satu pohon mangga Indramayu di taman depan rumah dan satu pohon mangga harum manis di taman belakang rumah. Waktu saya ke sana, kedua pohon sedang berbuah lebat. Beberapa sudah ada yang matang. Kata ayah dan ibu saya, kalau sedang panen bisa sampai lebih dari 200 buah sekali panen. Gila. Di sini tiap kali mau makan mangga, saya harus beli. Paling murah 1 euro per buah. Menangis!

Kembali ke soal dua pohon mangga yang sedang sarat buah itu. Ayah dan ibu saya bingung mau apa dengan hasil panen yang banyak itu. Padahal sudah dibagi-bagikan juga ke beberapa saudara dan tetangga. Lalu saya teringat akan resep teman saya itu. Sambal mangga. Lalu saya bilang, saya mau buat sambal mangga. Tidak pakai teri ikan bilis karena tidak punya. Jadi sambal mangga biasa saja. Tidak saya kasih tomat juga. Jadi sambal terasi murni dan dikasih cacahan mangga mengkal. Menurut saya lebih enak.

Langsung menjadi favorit ayah dan ibu saya. Jadi sejak hari itu sampai hari saya pulang ke Jakarta saya selalu didaulat oleh ayah untuk membuat sambal mangga untuk teman makan siang dan makan malam.

O ya… saya mencoba membuat sambal mangga yang pakai teri ikan bilis satu kali. Ayah saya malah kurang suka. Dia bilang lebih enak yang tanpa teri. Ya sudah. Malah lebih gampang dan lebih murah. Iya, ini sambal murah meriah. Tapi enaknya nggak ketulungan.. :)

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: