homemade yogurt

Saya suka yogurt. Khususnya Greek yogurt. Bukan karena kelebihan-kelebihan yang dikandung oleh si yogurt seperti yang dibilang banyak orang, tapi karena teksturnya. Juga karena kepadatannya. Gempi, kalau kata orang Jawa. Ngomong-ngomong segala kelebihan Greek yogurt ini baru saya ketahui baru-baru saja. Jauh sesudah saya mulai mengkonsumsinya.

Sudah agak lama saya ingin mencoba membuat yogurt sendiri. Entah kenapa saya baru mencoba membuatnya hari ini.

Bahan-bahan yang diperlukan hanyalah susu dan sedikit yogurt sebagai starter. Saya menggunakan susu full cream. Dan sebagai starter saya menggunakan Greek yogurt. Saya beli yang menjadi merek favorit saya, Katharos, wadah paling kecil dengan berat bersih 150 gram. Tapi saya cuma butuh 1/2 sendok makan untuk membuat yogurt dari 500 ml susu.

Setelah direbus nyaris mendidih, susu harus disisihkan hingga suam-suam kuku sebelum akhirnya dibubuhi yogurt starter dan diaduk rata. Kemudian dituangkan ke dalam wadah bersih, ditutup rapat dan ditaruh di tempat yang hangat selama 3-4 jam.

Nah, soal menaruh bakal yogurt di tempat yang hangat selama 3-4 jam ini, banyak orang yang melakukannya dengan menaruh dalam oven yang dinyalakan dengan suhu paling rendah. Saya kok merasa cara ini memboroskan energi. Kan menyalakan oven, walaupun dengan suhu paling rendah, tetap harus pakai listrik. Jadi saya melakukannya dengan cara lain. Cara yang saya pelajari dengan cara mengamati sekitar 8 tahun yang lalu. Cara yang sangat bersahabat dengan lingkungan.

Wadah bertutup berisi bakal yogurt ini saya jemur di terik matahari. Kebetulan hari ini matahari bersinar terik dan suhu udara mencapai 25 derajat Celcius. Ya, saya jemur di terik sinar matahari.

Delapan tahun yang lalu saya masih melakukan studi tari Kathak di New Delhi, India. Suatu ketika saya mengambil libur beberapa hari untuk ikut seorang teman sekelas yang orang India pergi mengunjungi orangtuanya. Orangtuanya tinggal di Haldwani. Keesokan paginya, tidak lama setelah kami bangun tidur, kami ngobrol sambil bermalas-malasan di ruang keluarga. Kemudian pindah ke dapur ketika waktu makan pagi hampir tiba. Tentu karena kami semua membantu ibu teman saya menyiapkan makan pagi.

Di satu sudut meja dapur saya lihat ada satu wadah bertutup penuh berisi susu. Tidak lama kemudian saya lihat ibu teman saya itu membawa wadah berisi susu itu ke luar dan menaruhnya di atas batu besar dengan permukaan yang datar yang ada di taman depan rumah mereka. Waktu itu saya sebenarnya bertanya-tanya, kenapa dia menjemur susu di terik matahari pagi. Saya pikir karena si ibu tidak mau memboroskan energi, menghangatkan susu dengan cara menjerangnya di atas api. Jadi dia menjemurnya di terik matahari pagi. Hahaha.. Betapa bodohnya saya!

Beberapa jam kemudian, si ibu pergi ke luar untuk mengambil wadah berisi susu itu dan membawanya ke dalam. Dia bilang, “Sudah jadi.” Hhhmm.. Apa maksudnya? Tetap saja saya tidak bertanya. Jadi tetap saja saya tidak tahu.

Tapi kalau saya ingat-ingat lagi sekarang, selagi mencoba membuat yogurt, pasti yang waktu itu dijemur ibu teman saya itu adalah bakal yogurt. Dahi dalam bahasa Hindi. Sebab ketika kami makan siang, salah satu yang menjadi hidangan pengiringnya adalah dahi. Jadi yang waktu itu saya makan adalah homemade dahi. Woowww!! Saya ini memang orang rumahan sejati. Menggemari segala sesuatu yang menggunakan embel-embel homemade.

Kembali ke yogurt yang sedang saya buat. Kalau waktu itu ibu teman saya sukses membuat dahi hanya dengan memanfaatkan terik sinar matahari pagi di awal musim semi sebagai alat penghangat si bakal yogurt, tentu saya juga bisa dan harus sukses membuat yogurt dengan menggunakan cara tersebut.

Benar saja. Setelah dijemur di terik matahari selama sekitar 4 jam, maka jadilah si yogurt. Yiihaaa..!!!

Setelah itu si yogurt harus disimpan di lemari pendingin selama minimal 2 jam agar lebih padat sebelum akhirnya bisa disajikan. Atau disimpan di lemari pendingin sampai tiba waktu untuk menggunakannya.

Saya sudah mencicipinya. Mmmmm…..enaakkk..!!

Sekarang saja saya sudah berangan-angan. Bila nanti yogurt bikinan saya ini hampir habis, saya akan membuat lagi. Dan tentu saja saya akan menggunakan homemade yogurt ini sebagai starter. Demikian seterusnya. Seterusnya. Dan seterusnya. Dan saya tidak perlu lagi membeli yogurt dari supermarket.

Bye-bye yogurt Katharos!!

* * * * * * *

Advertisements

10 comments

  1. fingerjabbing · · Reply

    Reblogged this on fingerjabbing and commented:
    so happy that i found this post :). pengen coba bikin ah.

    1. hai Fingerjabbing,
      terima kasih sudah mampir. selamat nyoba bikin homemade yogurt. kabar2i hasilnya ya.

      salam!

  2. Wah! Makasih…berguna banget. Saya sukaaa banget yoghurt, tp harganya memang amboy.
    Ternyata ada cara yang mudah bahkan ramah lingkungan bikin yoghurt..dijemurr..hahaha

    1. halo Arimbi,
      terima kasih sudah mampir dan tengok2 Kitchen Epic. selamat mencoba membuat homade yogurt. semoga sukses. kabar2i bagaimana hasilnya ya.

      salam.-

  3. hallo mbak..bedanya greek yogurt dan yogurt biasa itu apa yaa?
    terimakasih ya uda share cara buat yogurt home..

    1. Hai Hepi Vina,

      Terima kasih sudah mampir dan baca2 Kitchen Epic ya.
      Kalau dari yg saya baca sih bedanya greek yogurt dan yogurt biasa itu terletak pada kadar kekentalannya (proses pembuatannya). Dari berbagai informasi yg saya baca, greek yogurt dibuat dari susu full cream (yogurt biasa bisa dibuat dari susu full cream, bisa dari susu skim). Lalu ketika sudah selesai difermentasi, yogurt masih disaring lagi dengan kain muslin (cheese cloth) utk mengurangi kadar air sebanyak mungkin supaya menjadi greek yogurt. Cara ini membuat greek yogurt memiliki tekstur yg lebih padat/kental, kadar protein dan lemak jenuh yg lebih tinggi, tapi kadar sodium dan karbohidrat yg lebih rendah ketimbang yogurt biasa.
      Tapi karena proses penyaringan sesudah fermentasi itu maka kita membutuhkan lebih banyak susu untuk membuat greek yogurt ketimbang yogurt biasa spy menghasilkan jumlah akhir yg sama. Dari segi rasa, sudah pasti greek yogurt lebih creamy ketimbang yogurt biasa.

      Semoga informasi di atas cukup menjawab pertanyaanmu ya.

      Salam.

  4. hallo kak..
    kl greek yogurt kakak ini perlu d saring juga apa ngga ya setelah d jemur? trims :)

    1. hallo Bita,

      terima kasih sudah mampir di Kitchen Epic.
      kalau saya bikin sih nggak saya saring lagi. walaupun hasilnya lumayan padat, tapi masih mengandung air. lebih gampang diaduk. tapi ini selera pribadi. kalau kamu suka yang teksturnya lebih padat, silakan disaring sekitar 30-60 menit pakai cheese cloth atau kain mori (katun super tipis).

      selamat mencoba ya. semoga sukses.

      salam.

      1. Halo mbak Retno,

        Saya ingin coba bikin secepatnya resep ini. Susu full cream-nya merk apa kalau boleh tahu. Dan kalau sekarang cuaca lagi panas bisa 37-40 derajat celcius, apakah waktu jemur di mataharinya dikurangi let say menjadi 3 jam? 😅

      2. halo Gadjamini,
        terima kasih sudah mampir di dan baca2 Kitchen Epic ya.
        saya rasa susu full cream ultra juga bisa dipakai. yang paling penting sebenarnya adalah yogurt yg dipakai utk biangnya. harus mengandung bakteri yg hidup.
        soal suhu, mungkin 37-40 derajat celcius bisa mempercepat proses inkubasi. tp 4 jam itu standard yg normal. sebab berdasarkan hasil baca2 informasi di internet ttg pembuatan yogurt, waktu yg dibutuhkan utk inkubasi yogurt berkisar antara 4-12 jam, tergantung dr suhu ruangan di mana si yogurt diperam. yg jelas sih, semakin lama diperam/diinkubasi, rasa yogurtnya semakin asam.
        selamat nyoba bikin yogurt ya. semoga sukses.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: