banana muffin

Seperti yang kadang-kadang terjadi, lagi-lagi kemarin saya punya dua buah pisang ambon yang sudah terlalu matang. Tidak enak lagi untuk dimakan begitu saja sebagai buah. Baru kira-kira sebulan yang lalu terjadi dan akhirnya saya olah menjadi banana cheesecake yang enak. Masa sekarang bikin banana cheesecake lagi? Kok rasa-rasanya kurang kreatif.

Mau dibikin cake pisang, saya kok masih saja malas dengan ide yang satu ini. Sebab bikinnya terasa lebih repot ketimbang bikin banana cheesecake. Belum lagi risiko buruk yang mungkin membuntuti. Amblek atau bantat. Lalu apa?

Hhmmm… bagaimana kalau muffin pisang? Banana muffin?

Saya selalu gemar bikin muffin. Sebab gampang. Tidak pakai dimixer-mixer. Semua bahan cukup diaduk sekadarnya. Dan pasti jadi. Hhhmmm.. Tanpa pikir-pikir lagi saya langsung menyalakan oven 190º Celcius. Mengambil tepung terigu protein sedang, gula halus, sejumput garam, sebutir telur (saya pilih yang ukurannya paling besar), susu putih cair, minyak bunga matahari, baking powder dan si dua buah pisang itu sendiri. Pisangnya saya lumatkan dengan garpu. Telurnya saya kocok lepas di sebuah mangkuk kecil. Semua bahan lain saya cemplungkan ke dalam satu wadah plastik dan aduk rata.

Lalu seharusnya pisang lumatnya saya campur dan kocok lepas bersama si telur. Tapi lupa prosedur standar yang satu ini. Jadilah saya tuangkan pisang lumatnya ke dalam wadah berisi campuran tepung, ketika telur kocok sudah telanjur saya tuang terlebih dulu dan aduk agak rata.

Menurut resep sih jadi 8 buah muffin. Rasanya benar begitu. Tapi karena saya punya loyang muffin yang kecil, memuat 6 lubang, sisa adonan saya tuang ke dalam cetakan bolu kukus yang telah dilapisi mangkuk kertas. Jadi 3 cetak. Sebab cetakan bolu kukusnya lebih kecil daripada cetakan muffinnya. Tak apa. Lalu semua bersamaan masuk ke dalam oven.

Saya menunggu muffin matang sambil melanjutkan membersihkan ruang keluarga dsk.

Setelah muffin matang, saya keluarkan dari oven dan loyang. Saya taruh di rak kawat untuk didinginkan di meja depan teve.

Sambil menonton final pertandingan snooker di teve, saya cicipi satu ketika sudah tidak terlalu panas…. nyaaaamm!

Ambil satu lagi!

* * * * * * *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: